Humbahas, hetanews.com - Adanya isu dan postingan di media sosial (medsos) yang menyatakan diduga terjadi kekerasan di Rumah Tahanan (Rutan) Doloksanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) beberapa hari lalu, sehingga menewaskan salah satu narapidana (napi).

Postingan yang diunggah salah seorang warga Doloksanggul berinisial GS itu dibagikan ke 42 orang teman, Kamis (27/4/2017) sekira pukul 09.00 WIB banyak di komentari netizen atau pengguna media sosial, terutamanya para awak media.

Dalam postingan GS tersebut berisi kekerasan dan meminta para pengguna medsos agar membagikan postinganya tersebut.

“(INFO dari salah satu tahanan LP Doloksanggul). Penyiksaan tahanan terjadi di LP Doloksanggul hingga menimbulkan kematian 1 orang tahanan dan 1 orang mengalami luka memar. Penyiksaan terhadap tahanan kerap terjadi disini, selain itu perdagangan narkoba, pemeresanan tahanan, dan perdagangan seks terhadap tahan perempuan # sungguh memprihatinkan, harus segara mendapat perhatian “ # mohonsebarkan #,” tulis GS dalam fostinganya tersebut.

Banyak pengguna medsos menanggapi, dengan meminta ketegasan dari penegak hukum dan agar segera menelusuri kebenaran kejadian tersebut. Seperti salah satu pengguna medsos, Arnod Sihite yang meminta awak media untuk menyorot dan menelusuri kabar tersebut.

“Media harus main ini utk dipublikasikn, apa yg terjadi sebnarnya di LP. Dolok sanggul HH ini... ini harus menjadi sorotan trending media utk msk. Malu2 in & byk sekali permasalahan lain di Humbahas ini,” tulis Arnod menjawab postingan GS tersebut.

Akun lainya JungJungan Simamora menuliskan ‘sudah saatnya kita memberi atensi pada penegakan hukum di Humbahas dan begitu juga dengan akun akun lain yang serasa geram mendengar kabar tersebut’.

Surat keterangan meninggal dunia salah satu napi Rutan Doloksanggul. (foto: Akim)

Awak media ketika mempertanyakan kebenaran kejadian itu, Kepala Pengamanan Rutan (KPR) Doloksanggul, Dessail membantah isu tersebut.

“Dia sakit dan kita antarkan ke RSDU Doloksanggul dan yang tau penyakitnya kan dokter,” tandas KPR Dessail secara singkat.
Disinggung adanya kabar penganiayaan di Lapas Doloksanggul menyebabkan ada meninggal dunia dan 1 orang lagi masih hidup, Dessail juga membantahnya.

“Itu informasi boleh-boleh saja,silahkan saja, urusan orang itu. Selasa kemarin dia mengeluh kesakitan dan kita antar ke RS dan diperiksa dulu lah. Lagian kita di sini tidak tersedia klinik atau perawat,” terangnya.

Ditanya siapa nama napi yang meninggal tersebut dan alamat lengkapnya, Dessail menjawab, bernama Rahmadsyah Nasution (40) beralamat di Jalan Pipip Perumnas Medan. “Kemarin kita antar ke sana dan keluarganya menerima dengan baik,” sebutnya.

Saat wartawan menanyakan dari mana Lapas bisa menghubungi keluarga Napi yang meninggal dan media mencoba meminta nomor kontaknya, Dessail justru berdalih.

“Kita kabari sebelum ke sana. Dan kami tidak ada memegang nomor seluler keluarga napin, namun mengabari melalui temannya,” sebut Dessail.

Ketika awak media meminta untuk masuk ke dalam Lapas selama 5 menit saja, Dessail berkeras tak mengijinkan sebelum tidak ada intruksi dari pimpinannya.

“Tunggu saya kabari yah. Soalnya bos kami tidak disini. Lagian kami sedang ada acara di dalam dan bos sedang tidak di sini. Saya tidak bisa membuat kebijakan. Nanti saya kabari ketika ada intruksi dari bos,” tandas Dessail.

Keterangan berbeda disampaikan pihak RSUD doloksanggul. Menurut dokter Harlan Sihombing, jika napi yang dibawa ke RS sudah dalam kondisi meninggal dunia.

“Itu pasien yang dibawa sudah dalam kondisi meninggal dunia. Penjelasan dari petugasnya jika itu hanya dititipkan beberapa jam menunggu keluarga pasien untuk menjemput di kamar mayat. Kalau masalah hasil visumnya yang berhak menjawab dari pihak Kepolisian,” ucap Harlan.