HETANEWS.COM

Ketahuan Curi Coklat, 2 Siswi SMP Didenda 500 Ribu, TS: Tuhan saja Maha Penolong

Keluarga kedua siswi saat membayar semua coklat yang sebelumnya dicuri di kasir Ramayana. (foto : Res)

Siantar, hetanews.com - Ketahuan mencuri 2 kotak coklat ‘Silver Queen’ 2 orang siswi Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 6 ini harus berhadapan dengan petugas Keppolisian.

Dua orang siswi itu berinisial DA (15) warga Jalan Pangulu Lama, Kelurahan Nagapitu, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Siantar dan KS (13) warga Beringin, Kabupaten Simalungun.

Marasakti sebagai satpam Ramayana kepada awak media mengatakan, kalau sebelumnya mereka berdua (DA dan KS) sudah dilarang untuk masuk ke dalam pusat perbelanjaan tersebut karena mereka masih mengenakan baju seragam sekolah.

Kedua siswi saat keluar dari Ramaya. (foto: Res)

"Sudah kami larangnya bang orang itu masuk. Namun tiba-tiba orang itu sudah ada di dalam gak tau saya masuk dari mana bang," ujar Marasakti saat berada di dalam pusat perbelanjaan, Kamis (27/4/2017) sekira pukul 15.30 WIB.

Tambahnya lagi, keduanya pun mengaku baru pertama kali melakukan pencurian di sini (Ramayana).

"Itu pun karena kami curiga melihat gerak-gerik mereka saat berada di dalam dan salah satu dari karyawan pun melihat CCTV," sebutnya.

Saat keduanya (DA dan KS) mau keluar dan melewati kasir, Marasakti pun menghampiri dan langsung diperiksa. Setelah diperiksa, di dalam tasnya kami menemukan 2 kotak coklat Silver Queen, Parfum Casablanca, 3 coklat Vanhauolten dan 1 coklat Venise.

“Dan semua harganya itu sekitar Rp 500 ribu. Jadi kami menyuruh mereka membayar atas semua yang sudah diambil oleh mereka berdua,” bebernya.

Namun karena DA dan KS tidak bisa membayar, salah seorang anggota keluarga dari KS yang berinisial TS lalu ditelpon oleh Satpam Ramayana melalui handphone (HP). 

Setibanya di Ramayana, TS pun menghampiri KS dan Kepala Satpam agar memberikan toleransi kepada kedua anak tersebut (DA dan KS). Namun Kepala Satpam itu bersikeras agar kedua anak itu untuk membayar semua coklat yang diambilnya seharga Rp 500 ribu.

Karena tidak mau membayar, akhirnya Kepala Satpam Ramayana menyuruh anggotanya untuk membawa kedua siswi tersebut ke Polsek Siantar Timur untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

2 kotak coklat silver queen dengan coklat lainnya yang ditumpukan di atasnya. (foto: Res)

Di Polsek Siantar Timur, kembali merembukan persoalan ini (pencurian) dan akhirnya TS pun bersedia untuk melakukan perdamaian dengan membayar semua coklat yang telah diambil oleh DA dan KS sebesar Rp 500 ribu.

Namun, TS mengatakan kalau pihak Ramayana tidak ada sedikit pun memberikan toleransi dalam pembayaran tersebut.

"Masa gak bisa minta tolong saya sama pihak Ramayana ini walaupun kurang sedikit saja. Tuhan aja Maha Penolong, masa manusia tidak?" ucapnya sembari tertawa.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Siantar Timur AKP Peris Gultom mengatakan, kalau kedua siswi SMP itu sudah berdamai dengan pihak Ramayana.

"Mereka sudah berdamai dan pihak keluarga dari DA dan KS juga bersedia untuk membayar semua coklat yang telah diambil kedua siswi itu," pungkasnya.

Penulis: res. Editor: abn.
Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!