Mon 20 Aug 2018

Galian C Tanpa Izin Marak di Desa Pematang Guntung, Warga Resah, Pemkab Sergai Tutup Mata

Lokasi pengorekan di Dusun IV Pematang Guntung. (foto : Sutrisno)

Sergai, hetanews.com - Galian C yang berada di Dusun IV Desa Pematang Guntung, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) diduga tidak mengantongi izin resmi dari Provinsi Sumatera Utara. Ironisnya, bagi Pemkab Sergai, hal itu tidak menjadi masalah.

Hal ini terbukti hingga saat ini, galian C di Sergai terus beroperasi tanpa adanya penertiban yang dilakukan oleh pihak penegak Perda di tanah bertuah negeri beradat itu.

Hal ini membuat warga setempat resah. Pasalnya jalan yang biasanya dilalui warga yang sebelumnya bagus dan tidak berlubang. Kini setelah adanya truk yang melintas dari jalan itu menjadi berlubang dan rusak.

Dikarenakan truk yang mengangkut tanah dari lokasi pengorekan keluar-masuk menuju tujuan yang dituju, melalui jalan desa dan melintasi rumah warga.

Salah seorang warga setempat mengomentari tentang adanya galian C di Dusunnya. Kepada hetanews ia mengatakan, warga setempat sebenarnya tidak setuju dengan adanya galian C di Dusun kami. Namun pihaknya binggung mau mengadu pada siapa.

“Kepada Kepala Desa (Kades) sampai saat ini tidak ada respon, buktinya sampai saat ini pengorekan berjalan terus,” keluh warga.

Sementara itu, Kades Pematang Guntung tidak ada di tempat saat hendak dikonfirmasi oleh awak media ini. Informasi yang diperoleh dari Kaur Desa mengatakan, Kades lagi rapat di luar.

Penulis: sutrisno. Editor: abn.
Komentar 1
  • Agmil
    Saya mohon bantuan dan pendapat kepada saudara/i saya yg ada dalam hetanews yg terhormat.
    Ayah saya dan saudara ayah saya mempunyai harta warisan dari kakek dan nenek kami tetapi dua2 mereka telah meninggal.dan ayah saya telah juga meninggal dan ayah memiliki anak 5 bersaudara diantaranya 3 laki"dan 2 perempuan dan ibu kami masih hidup,sedangakan saudara kandung ayah saya masih hidup.
    Sebagai pertanyaan saya adalah: surat warisan tanah dari kakek dan nenek saya belum di pecahkan artinya masih satu nama,tetapi tanahnya telah di bagi oleh kakek dan nenek saya kepada ayah saya dan kepada saudara ayah saya.
    Sekarang surat tanah tersebut di tangan saudara ayah saya tersebut.
    Permasalahannya adalah saudara ayah saya tersebut ingin memiliki seluruh luas tanah warisan dari orang tua ayah dan saudara ayah saya ini dan bahkan suratnya pun tidak di tunjukkan kepada kami.
    Tetapi sebagai pegangan kami adalah saksi2 pada saat pembagian harta warisan tersebut.
    Pertanyaan saya adalah bagaimana cara kami agar tanah warisan ayah saya ini kembali kepada kami atau kepada ibu kami.???
    Kami bingung bagaimana caranya agar tanah ini tidak di kuasai oleh saudara ayah kami.
    Saudara ayah saya ini tidak mengakui bahwa kami adalah anak2 adik kandungnya dan bahkan rumah warisan kepada ayah saya juga ingin dia memilikinya juga.
    Sedangkan tanah kakek kami sebelum pembagian warisan,dia telah menjual semuanya begitu luas.dan yang tinggal pun tinggal sedikit tapi dia juga tetapi menerima bagian dari nenek kami tapi yang kami herankan kenapa juga dia ingin menguasain semuanya termasuk bagian warisan orang tua kami.
    Mohon bantuannya dan saran.
    Kami dari keluarga putus asa memikirkanya.
    Salam dari saya...