HETANEWS

Kado ‘Pahit’ HUT Siantar, Peringkat 4 Terbawah dari 93 Kota Hasil Evaluasi Kemendagri

Siantar, hetanews.com  - Di Hari Ulang Tahun (HUT) ke 146, Kota Siantar harus mendapatkan kado ‘pahit’.

Pasalnya hasil evaluasi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) terhadap kinerja dari Provinsi, Kabupaten dan Kota, Siantar menduduki peringkat 4 terbawah yakni 89 dari 93 Kota di seluruh Indonesia. Hal itu dirilis oleh Mendagri pada tahun 2016 yang penilaiannya dilakukan sejak tahun 2014 dengan SK Mendagari No. 800-35 Tahun 2016 yang ditetapkan di Jakarta 7 Januari 2016 tentang penetapan peringkat dan status kinerja penyelenggara pemerintah daerah secara nasional tahun 2014.

Menurut salah seorang politisi wanita di Kota Siantar, Netty Sianturi, Rabu (26/4/2017), melihat hal tersebut Pemko Siantar harus segera berbenah.

“Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 6 Tahun 2008 yang dinilai itu laporan pertanggungjawaban pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), informasi keuangan daerah, laporan kinerja instansi pemerintah daerah, laporan hasil pembinaan, penelitian, pengembangan, pemantauan, evaluasi dan  pengawasan pelaksanaan urusan pemerintahan daerah

Laporan hasil survey kepuasan masyarakat terhadap layanan pemerintahan daerah, laporan kepala daerah atas permintaan khusus, rekomendasi/tanggapan DPRD terhadap LKPj kepala daerah, laporan yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan daerah yang berasal dari lembaga independen, tanggapan masyarakat atas Informasi LPPD (Laporan Pemerintah Daerah Kepada Pemerintah), laporan dan/atau informasi lain yang akurat dan jelas penanggungjawabnya,” jelas Netty.

Terkait kriteria penilaian tersebut, menurut Netty, bahwa selama ini kinerja Satuan Perangkat Daerah (SKPD) Kota Siantar tidak dapat terealisasi secara baik.

“Ini berarti kinerja SKPD di Siantar tidak dapat mencapai target kinerjanya. Hal ini sangat memprihatinkan dan kita miris mendengarnya,” ucap Netty.

Hal itu dikatakan Netty, sebab Kota Siantar sebelumnya masih di atas peringkat dari Kota Tebingtinggi. Namun saat ini Siantar jauh di bawah Tebingtinggi.

“Bayangkan saja Tebingtinggi berada di urutan ke 54, bahkan kita (Siantar) sudah kalah sama Kota Tanjungbalai yang berada di urutan ke 71. Parahnya lagi, Siantar juga kalah sama Kota Sibolga yang berada di urutan ke 83,” paparnya.

Untuk itu Netty berharap agar Pemko Siantar segera bergerak dan bangun dari ‘tidur’ nya. Dia juga berharap agar Wakil Wali Kota, Hefriansyah segera memperbaiki hal tersebut.

“Cukup Siantar bergelut hampir selama 2 tahun dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) kemarin. Saatnya kita membangun dan cukup eforia dalam Pilkada. Miris kita melihatnya, kalau begini terus kita akan semakin terpuruk, Siantar harus berbenah. Saya harap Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Siantar berfikir seperti itu,” harapnya. 

Penulis: tom. Editor: aan.