Fri 22 Mar 2019
Menyambut HUT Hetanews.com ke 5, kami membuka peluang terhadap jurnalis-jurnalis muda (usia 21-31) untuk bergabung dengan kami di seluruh wilayah Sumatra Utara (Sumut).
Kirim lamaran dan CV ke alamat Redaksi di Jalan Narumonda Atas No 47, Pematangsiantar-21124, Tel (0622-5893825) HP: 082167489093 (Reni)/ 082274362246 (Tommy Simanjuntak) atau Email: redaksihetanews@gmail.com. Pengumuman ini berlaku dari 7 Maret sampai 7 April 2019. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Akibat Sering Nonton "Bokep", Putra Cabuli Gadis 12 Tahun

Putra pelaku pencabulan. (foto : Sutrisno).

Sergai, hetanews.com - AS alias Putra (15 ) warga Dusun II Desa Sukajadi, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), harus berhadapan dengan hukum.

Ini terkait laporan A Suhamdan orang tua dari korban sebut saja namanya Bunga (12) ke Polres Sergai. Putra pun dijemput polisi dari rumahnya, Minggu (23/4/2017) sekira pukul 11.00 WIB.

Sebelumnya, ayah korban usai mendapatkan  cerita dari putrinya Bunga, langsung membuat  laporan ke  Unit  PPA Satuan Reskrim Polres Sergai, Jumat (7/4/2017).

Dalam pengaduannya, putrinya telah dinodai Putra sekitar bulan Maret 2017 sekira pukul 14.00 WIB di rumah pelaku. Saat itu korban sedang bermain-main bersama dengan adik  Putra di sekitar rumahnya.

Kemudian adik Putra mengajak korban masuk kedalam rumahnya dengan alasan dipanggil pelaku. Dan di dalam kamar Putra  mencabuli  korban  layaknya hubungan suami istri.

Putra anak bungsu dari 7 bersaudara ini mengakui perbuatanya telah mencabuli  Bunga di dalam kamar, ketika orang tuanya tidak berada di rumah. Putra yang hanya tamatan Sekolah Dasar (SD) di tahun 2015 ini tidak melanjutkan sekolahnya lagi  bukan karena ketidakmapuan orang tuanya, melainkan malas untuk bersekolah lagi.

Ketika disinggung mengapa melakukan  perbuatan cabul, Putra mengatakan, karena sering nonton adegan film porno di warung internet (warnet).

Kanit PPA Satuan Reskrim Polres Sergai, Iptu Zulham mengatakan, secepatnya akan memproses kasus tersebut, mengingat usia pelaku masih di bawah umur. “Hal ini di atur  dalam Undang-Undang  (UU) Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak,” ungkap  Zulham.

Penulis: sutrisno. Editor: aan.