HETANEWS.COM

Usai Paripurna HUT Kota Siantar, Dilanjutkan Ziarah ke Jerat Partongahan Raja Sang Naualuh Damanik

Ahli waris Raja Sang Naulauh Damanik, Nyonya Syah Alam Damanik saat memberi kata sambutan. (foto : lazuardy fahmi)

Siantar, hetanews.com - Sidang paripurna istimewa DPRD Kota Siantar dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Siantar ke 146 tahun 2017, Selasa (25/4/2017) dihadiri oleh pimpinan dan pejabat di Pemerintah Kota (Pemko) Siantar, DPRD Siantar bersama Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan undangan lainnya.

Usai paripurna, kegiatan dilanjutkan dengan ziarah ke Jerat Partongahan Raja Siantar, Pamatang, Kelurahan Simalungun, Kecamatan Siantar Selatan. Tampak hadir, Ihutan Bolon Damanik, Partuha Maujana Simalungun (PMS), Pemko Siantar, Forkopimda, tokoh agama, pemuda dan masyarakat serta undangan lainnya.

Setelah ziarah, acara dibuka dengan Tor Tor Sombah, pembacaan riwayat hidup singkat Raja Sang Naualuh Damanik, penyematan Hio Pamotting kepada Pemko Siantar dan Ketua DPRD Siantar, Eliakim Simanjuntak agar bekerja keras membangun Kota Siantar.

Perwakilan dari ahli waris Raja Sang Naulauh Damanik, Nyonya Syah Alam Damanik, Halimah boru Sinaga menanyakan sudah bagaimana pembangunan tugu Raja Sang Naualuh. Halimah memberikan saran agar Pemko Siantar didampingi orang paling cerdas dari yang cerdas di marga Damanik dalam pembangunan tugu tersebut.

"Saya bertanya sebagai ahli waris. Damanik ini besar dan cerdas. Pemko Siantar harus mencari yang paling cerdas dari yang cerdas. Kami dari keluarga juga diminta pendapat. Saya sudah menunggu (pembangunan tugu) sejak 6 tahun lalu. Mohon jeli mencari pendamping yang pintar daripada yang paling pintar," saran istri dari cucu langsung Raja Sang Naualuh saat didaulat memberi sambutan.

Minten Saragih, Ketua PMS Siantar, juga memberikan saran untuk pembangunan tugu Raja Sang Naualuh Damanik. Ia menyarankan agar Pemko Siantar dan keluarga satu suara dalam bagaimana pembangunan itu, jangan ada perbedaan pendapat.

Eliakim Simanjuntak, sedikit menyayangkan dimana belum ada kesepakatan untuk lokasi pembangunan tugu. Ia mendukung pembangunan itu, karena dengan pembangunan, maka riwayat dan perjuangan Raja Sang Naualuh Damanik tidak dilupakan untuk generasi mendatang. Ia sebagai Ketua DPRD Siantar, berjanji akan menampung anggaran pembangunan tugu di tahun 2018, apabila dana sebesar Rp 3 Milyar dari anggaran tahun 2017 tersebut belum cukup.

"Kalau anggaran tidak cukup, kita anggarkan lagi 2018 untuk menambahi. Kalau bisa, jangan cuma tugu, ada seperti jadi taman wisata. Bila penting kita buat tempat kerajinan Simalungun di situ. Karena ketika ziarah ke Bengkalis, saya lihat mereka (Bengkalis) lebih besar menghargai daripada Kota Siantar. Dan pembangunan yang sebelumnya dari Dinas Tarukim jadi pindah ke Dinas PU, harapan jangan hilang berkas dan gambarnya," tuturnya.

Sementara itu, dari Pemko Siantar, setelah berdiskusi dengan DPRD Siantar, berencana akan menjadi perayaan HUT ini menjadi kalender event di Kota Siantar. Event tersebut bukan hanya ucapan, karena akan banyak yang harus dipersiapkan. Pemko Siantar ingin banyak yang berminat hadir di kota berhawa sejuk 'Habonaron do Bona' ini.

Penulis: ndo. Editor: abn.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan