Siantar, hetanews.com - Lambatnya Polres Siantar menangkap 3 orang pelaku pemerkosaan terhadap SR (15) yang hingga kini masih Daftar Pencarian Orang (DPO), menimbulkan sebuah harapan yang besar keluarga korban kepada aparat Kepolisian. 

Hamdan (55) selaku orang tua angkat SR yang tinggal di Jalan Patimura Ujung, Kecamatan Siantar Timur sangat kecewa dengan kinerja Polres Siantar. "Saya sangat kecewa dengan kinerja Polres Siantar yang sangat lambat dalam melakukan penangkapan terhadap 3 DPO itu," ujarnya saat ditemui di kediamannya, Kamis (20/4/2017).

Bahkan Hamdan sudah beberapa kali mendatangi Mapolres Siantar untuk menanyakan tentang 3 orang yang menjadi DPO tersebut. "Saya juga selalu menanyakan tentang 3 orang itu (Sahat, Mikael dan Jo), namun jawaban p[olisi selalu sama, katanya masih dalam pengembangan atau masih dalam pencarian," sesal Hamdan.

Dirinya berharap, pihak Kepolisian secepatnya menangkap ketiga pelaku dan menghukum dengan seberat-beratnya. “Kalau tertangkap, hukum kebiri saja 3 pelaku itu untuk mendapatkan efek jera atas perbuatannya yang sudah membuat anak saya (SR) seperti ini, katanya lagi.

Hamdan menambahkan lagi, hingga sekarang anak angkatnya masih sering mengingat. "Setiap dia (SR) mengingat itu, langsung saya rangkul dan bilang untuk apa lah diingat-ingat itu yang sudah berlalu biarlah berlalu," ungkap Hamdan.

"Trauma yang dialami anak saya itu tidak akan bisa hilang, karena itu akan menjadi seumur hidup. Apalagi ini sudah membuat jelek nama baik keluarga dan juga sudah merusak masa depan anak saya," tambahnya.

Harapan Hamdan untuk Polres Siantar, khususnya Kapolres AKBP Dodi Darjanto agar segera melakukan penangkapan terhadap ketiga pelaku. "Saya berharap kepada Kapolres agar secepatnya menangkap ketiganya dan dihukum seberat-beratnya,"  ucap Hamdan mengakhiri.