HETANEWS.COM

3 DPO Pencabulan masih Hirup Udara Segar, Aiptu Malon: Kita Yakin Bisa Ditangkap

Kanit PPA Polres Siantar, Aiptu Malon Siagian.

Siantar, hetanews.com - Tampaknya Polres Siantar mengendapkan kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur yang terjadi pada tanggal 25 Desember tahun 2016 silam.

Pasalnya ke 3 pelaku Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus pencabulan Sr (15) yang terjadi di Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Sigulang- gulang, Kecamatan Siantar Utara tepatnya di sebuah ruangan kelas Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 7 Kota Siantar itu belum tertangkap.

Hingga saat ini ketiga DPO yakni Sahat Siahaan (19), Mikael Sinaga alias Kael (19), dan Johan Manik alias Jo (21) masih bisa menghirup udara segar di luaran sana.

Padahal Polres Siantar mengklaim sudah mengetahui keberadaan ke 3 DPO tersebut. Namun sampai sekarang belum juga ada hasil penangakapan terhadap 3 tersangka lainnya.

Saat dikonfirmasi, Kanit Unit Perlindungan Anak dan Perempuan (UPPA) Aiptu Malon S mengatakan, hingga kini masih dalam pencarian.

"Belum ketangkap mereka (3 DPO). Lagi pula ada tim khusunya itu untuk menangkap mereka, tim 1 dari unit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras), dan unit 2  kami lah (Unit PPA) ," ucap Aiptu Malon via seluler, Kamis (20/4/2017) sekira pukul 15.00 WIB.

Saat disinggung tentang kendala yang berada di lapangan, Malon mengatakan, kalau ke 3 DPO tersebut berpindah-pindah tempat.

"Kendala kita hanya karena 3 DPO itu berpindah-pindah tempat saja. Ketiganya berpencar, ada di Tanah Karo, Gedung Kudus, dan yang terakir di Pinang Baris. Tapi saya yakin mereka bertiga itu akan berhasil kita tangkap," ujarnya sembari mematikan telepon selulernya. 

Sebelumnya, pemerkosaan yang dilakukan 8 pemuda terhadap Sr (15) siswi Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 itu atas bujukan Sahat selaku pacarnya yang masih satu sekolah dengannya. SR membujuk korban lewat media sosial (medsos) Facebook (Fb) dengan alasan diajak makan malam bersama.

Namun saat itu SR sudah dijemput oleh SH dan ke 4 temannya dengan menggunakan sepeda motor. Saat berada di atas sepeda motor, SH malah mengajak SR untuk melakukan hubungan badan. Mendengar ucapan pacarnya tersebut, SR pun menolak ajakan SH.

Karena kesal permintaannya tidak dituruti oleh SR, SH pun memutuskan untuk memanggil teman-temannya agar berkumpul di SMPN 7 untuk melakukan pemerkosaan terhadap korban di salah satu ruangan kelas sekolah itu.

Penulis: res. Editor: abn.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan