HETANEWS

Sambut Bupati, Pelajar SD Disuruh Gotong Royong saat Jam Belajar

Para siswa siswi SDN 175776 Kecamatan Paranginan melakukan gotong royong saat jam belajar. (foto : Trendy).

Humbahas, hetanews.com - Pemkab Humbang Hasundutan (Humbahas) akan mengadakan Perayaan Laskah secara umum di kawasan wisata Danau Toba Sipinsur, Kecamatan Paranginan, pada Jumat (21/4/2017). 

Acara ini rencananya akan dihadiri oleh Bupati Dosmar Banjarnahor dan jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Humbahas.

Ada yang menarik dari rencana kegiatan ini, pasalnya tepat sehari sebelum Perayaan Paskah tersebut, sepanjang jalan mulai dari simpang Sipinsur sampai kawasan wisata sekitar 1 kilometer diadakan kegiatan gotong-royong yang dilaksanakan oleh utusan setiap SKPD.

Namun ada hal yang sedikit ironis, ketika para siswa siswi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 175776 Kecamatan Paranginan yang kebetulan lokasi sekolahnya berada di jalan menuju kawasan Sipinsur terlihat ikut melaksanakan kegiatan gotong-royong pada jam belajar, sekitar pukul 10.00 WIB. 

Alasannya sungguh membuat hati miris, yakni untuk menyambut Bupati Dosmar Banjarnahor yang akan ikut pada acara Paskah, Jumat (21/4/2017), yang diinstruksikan langsung oleh Camat Paranginan. 

Hal itu diketahui saat wartawan mengkonfirmasi kepada salah satu guru, Boru Manullang yang sedang mengawasi para pelajar bergotong-royong.

Para siswa siswi SDN 175776 Kecamatan Paranginan melakukan gotong royong. (foto: Trendy).

"Pak Camat langsung datang ke ruangan kelas dan menginstruksikan agar melaksanakan gotong royong di sekitar sekolah pada pukul 10.00 WIB," ujarnya.

Ketika ditanyakan alasan pelajar ikut melaksanakan gotong royong pada jam belajar, dia mengatakan, hal ini guna menyambut Bapak Bupati yang akan mengikuti acara Paskah pada hari Jumat besoknya .

"Disuruh pak Camat karena besok Bupati akan mengikuti kegiatan Paskah di Sipinsur. Sebelum juga sudah belajar selama 3 les, setelah itu kita adakan gotong royong, biar bersih dan enak dilihat," tambahnya.

Hal ini pastinya membuat proses belajar mengajar dari pelajar akan terganggu. Yang menjadi pertanyaan besar adalah mengapa acara gotong royong ini tidak diadakan di luar jam sekolah? 

Saat wartawan mempertanyakan hal tersebut, seorang guru pria yang tidak menyebutkan identitasnya mengatakan mereka hanya mengikuti perintah Camat untuk gotong royong pada pukul 10.00 WIB.

"Kami hanya mengikuti perintah pak Camat. Gimana lah perintah atasan, kami hanya mengikuti," ujarnya.

 Lokasi SDN 175776 Kecamatan Paranginan. (foto: Trendy).

Sementara, saat wartawan ingin mengkonfirmasi kepada Camat Paranginan, belum bisa ditemui. Alasannya karena sedang sibuk mempersiapkan acara Paskah besoknya. 

Hal ini tentu sangat disayangkan, proses belajar mengajar anak didikmenjadi terganggu demi menyambut Bupati Humbahas.

Beberapa warga yang melihat hal itu, menilai seharusnya jika ingin melaksanakan gotong royong, para pelajr bisa saja diajak, asalkan selesai jam belajar.

"Bisa saja pelajar gotong royong, tapi kan bisa dilakukan saat pulang sekolah, kenapa harus sekarang? Kan jadi terganggu belajarnya", ujar warga marga Sihombing saat diwawancarai.

Dirinya juga berharap agar tidak perlu melakukan penyambutan kepada Bupati yang akan berkunjung ke daerahnya sendiri. Karena itu merupakan tugas seorang pemimpin daerah,.

"Lagian buat apa lah selalu disambut-sambut setiap akan berkunjung. Ini kan daerahnya sendiri, pemborosan saja," ujarnya kesal, seraya berharap agar hal seperti ini tidak terulang kembali.

Penulis: trendy. Editor: aan.