Simalungun, hetanews.com - Selama lebih kurang 15 tahun, Darina (54) tidak pernah menyadari bibirnya akan membengkak.

Awalnya, ibu 4 anak ini hanya mengira benjolan tersebut hanya tahi lalat biasa, hingga pada 2 tahun belakangan, ia mulai merasakan denyut berkepanjangan dan benjolan tersebut terlihat semakin membesar.

Sebelum bertemu Darina, ditemui, akses jalan menuju kediamannya masih dalam proses perbaikan, akibat longsor yang menimpa desa tempatnya bermukim, di Dusun Manik Uluan Nagori Sait Buttu Saribu, Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun.

Kepada hetanews, Darina menceritakan, awal penyakitnya bermula pada titik benjolan pada bibirnya menyerupai tahi lalat. Nenek 5 orang cucu ini pun hanya menganggap benjolan tersebut adalah sebuah hal yang lumrah.

“Awalnya hanya titik benjolan kecil aja bang, ya saya pikir tahi lalat biasa,” ujar Darina.

Seiring berjalannya waktu, perempuan yang lahir pada tahun 1963 ini , mulai merasakan bahwa titik hitam pada bibirnya tersebut semakin lama semakin membesar.  Hingga pada tahun 2015 yang lalu, Darina mulai merasakan denyut dan pegal berkepanjangan apalagi saat dirinya merasakan lelah usai bekerja.

“Semakin lama benjolan ini semakin membesar, sekitar tahun 2015 yang lalu benjolannya semakin besar dan terasa denyut apalagi setelah pulang kerja,” ungkapnya.

Dikarenakan kondisi ekonomi yang sulit, dirinya hanya mampu pasrah sembari berdoa untuk kesembuhan penyakitnya tersebut.

Darina juga mengungkapkan, tidak dapat bergantung sepenuhnya kepada Saleh (55), yang merupakan suami Darina, untuk membiayai pengobatannya lantaran penghasilan sang suami hanya berkisar Rp 20-30 ribu per harinya.

“Sebenarnya saya ingin berobat, tetapi karena uang kami tidak mencukupi, ya  mau bagaimana lagi. Apalagi suami saya hanya Buruh Harian Lepas (BHL), yang gajinya hanya 20 sampai 30 ribu per hari,” tuturnya.

Sebelumnya, Darina dan suami hanya berprofesi sebagai buruh bagian perawatan di salah satu perusahaan milik PT Toba Plup Lestari (TPL) yang berada di dekat kediamannya. Kondisinya pun semakin lemah, akibat penyakit yang diderita, membuat ibu 4 anak ini memutuskan untuk berhenti bekerja. (bersambung).

Baca berita sebelumnya:

Di Kampung ini Gak Ada lagi Kerjaan lain, selain Kerja Kebun (Darina 1)

Baca berita selanjutnya:

Dibalik Bencana Longsor itu Ada Hikmahnya, Ketemu Langsung sama JR Saragih (Darina 3)

Darina: “Aku Tau Benjolan ini Tumor, setelah JR Saragih Menolong Saya” (Darina 4)

JR Saragih Jadi Orang Nomor Satu di Sumatera Utara, tegas Penderita Tumor ini (Darina 5)