HETANEWS.COM

Nunggak Bayar Angsuran, Kolektor Bongkar Paksa Rumah Konsumen

Konsumen PT Bess Finance, Suheri merasa jengkel atas kejadian penarikan sepeda motornya saat berada di depan kantor PT Bess Finance di kompleks Megalan, Jalan Sang Naualuh, Siantar. (foto : Res)

Siantar, hetanews.com - PT Bess Finance Cabang Siantar tampaknya tak punya cara lain lagi menghadapi konsumennya yang punya tunggakan angsuran sepeda motor hingga rumah pun harus dibongkar paksa dengan maksud menarik unit kendaraan tersebut.  

Sepeda motor jenis Yamaha Mio Soul nomor polisi (nopol) BK 5421 WS milik Suheri (konsumen) warga Jalan Pasarbatu, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun pada Jumat (7/4/2017) berusaha ditarik oleh PT Bess Finance.

Dalam insiden pembongkaran paksa itu, rumah kontrakan Suheri dalam keadaan kosong lantaran ia sedang bekerja berjualan baju keliling. Sementara Ulva istrinya saat itu tengah menghadiri acara keluarga di Jalan Singosari, Kecamatan Siantar Utara, Kota Siantar.

Suheri saat ditemui wartawan di rumah keluarganya, Selasa (18/4/2017) mengatakan, kalau dirinya sedang tidak berada di rumah saat pihak leasing mengambil sepeda motornya. Dia  baru mengetahui bahwa sepeda motornya telah diambil sesuai informasi rekannya Daniel.  

Dari keterangan Daniel, Suheri mengetahui bahwa yang mengambil sepeda motor adalah seorang karyawan PT Bess Finance yang didampingi 5 orang debt collector pihak eksternal. 

"Saya pas gak di rumah saat itu bang. Saya taunya dari kawan namanya Daniel. Dia bilang yang mengambil kerata (sepeda motor)  itu laki-laki badan besar ada 6 orang dan 1  orang itu karyawan Bess Finance. Kereta itu diambil dari dalam rumah, padahal posisi nya (rumah) saat itu sedang kosong," kata Suheri. 

Tak terima atas tindakan pihak leasing, Suheri pun melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Bangun bahwa sepeda motornya telah dicuri dari dalam rumahnya.

"Melapor lah saya ke Polsek Bangun bang. Saya bilang kereta dicuri dari rumah. Kapolsek Bangun memediasi kami untuk berdamai. Kami dijumpakan di Kantor Kepala Desa. Di situ ada Kepala Dusun (Kadus) Sekretaris Desa (Sekdes) beserta Bhabinkamtibmas Polsek Bangun," aku Suheri. 

Karena tidak mendapatkan titik terang dalam proses mediasi yang dilakukan Polsek Bangun, selanjutnya Suheri beserta kuasa hukumnya Horas Sianturi mendatangi PT Bess Finace pada Selasa (18/4/2017). Tapi usaha Suheri bersama kuasa hukumnya untuk menemui pimpinan PT Bess Finance pun siasia karena tidak sedang berada di kantor.

"Kami datang ke PT Bess Finace bang. Di situ kami jumpa sama laki-laki badannya pendek pakasi kemeja putih, kalau gak salah dia security. Laki-laki itu bilang kalau pimpinannya lagi makan siang. Pas kami tanya lagi karyawannya, dibilang lagi di luar kota. Seakan-akan orang itu menyembunyikan pimpinannya," ujarnya kesal. 

Sementara pada hari yang sama, awak media yang menyambangi kantor PT Bess Finace di komplek Megaland dipertemukan dengan pimpinan PT Bess Finance yang belakangan diketahui bernama Albert Marpaung.  

Saat dikonfirmasi, Albert membenarkan jika Suheri merupakan konsumen PT Bess Finance. Namun saat ditanya terkait seorang debt colector PT Bess Finance dan debt collector dari pihak eksternal melakukan penarikan dengan cara membongkar rumah milik Suheri, Albert membantahnya.  

Dia menyarankan agar awak media menanyakan langsung kepada orang yang mengambil sepeda motor Suheri. "Dia memang konsumen di sini. Kalau penarikan itu gak tahu saya, tanya saja sama yang mengambil kereta itu. Saya pimpinan, gak ada rekomendasi dari sini (PT Bess Finance, red)," ujarnya. 

Saat di dalam ruangannya, Albert melarang awak media untuk merekam pembicaraannya. "Jangan direkam rekam!! Langsung tanya saja sama yang mengambil kereta itu," kata Albert dengan nada tinggi. 

Informasi yang dihimpun, saat mengambil sepeda motor milik Suheri, dari keenam debt collector, diketahui seorang karyawan PT Bess Finance. Bahkan debt collector itu memaksa Kadus setempat dan pemilik rumah kontrakan Suheri untuk membuka rumah itu. Dengan cara merusak kunci rumah tersebut, debt collector itu pun masuk dan mengambil sepeda motor Yamaha mio dalam keadaan terkunci stang.

Suheri beserta pihak keluarga berharap agar pihak PT Bess Finance dan debt collector eksternal yang mengambil paksa sepeda motor bertanggung jawab. Suheri mengaku mengalami kerugian atas kejadian itu. 

"Saya berharap Bess Finance bertanggung jawab bang, uda rugi banyak aku karena itu. Anak-anak gak bisa ganti pakaian karena kunci rumah kami sudah rusak dibongkar debt collector itu," kata Suheri sembari memberikan bukti surat angsuran sepeda motornya.

Penulis: res. Editor: abn.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan