HETANEWS

Walaupun tidak Jadi Operasi, Berta berharap JR Saragih Kirim Kursi Roda untuk Mamanya (Berta 4)

Simalungun, hetanews.com - Kendati dirinya mengurungkan niat untuk operasi pengangkatan kelenjar di leher kanannya, Berta Gultom (51) tetap mengapresiasi program pengobatan gratis yang diselenggarakan Pemkab Simalungun. Ibunda nya yang terserang penyakit osteoporosis hanya bisa terbaring lemah di tempat tidur, menjadi alasan utama mengurungkan niatnya operasi.

“Ya, karena mamak saya ini kayak gbeini keadaannya, cuma bisa terbaring lemah. Kalau enggak ada saya bagaimana nanti? Siapa yang rawat,” kata Berta.

Penyakit osteoporosis yang diderita ibunda Berta, Loiyana Simare-mare semakin menambah kisah kelam keluarga sederhana ini. Sebelumnya, awal tahun 2016 yang lalu, Loiyana mulai terserang penyakit tersebut dan membuat tubuh tuanya itu semakin tidak berdaya.

Berta mengungkapkan, Loiyana dulunya sering mengalami sakit pada kaki dan tangan sebelah kirinya. Hanya saja pada waktu itu, mamanya masih dapat bertahan dan hingga akhirnya tidak dapat berdiri dengan normal tanpa bantuan orang lain.

“Sekitar awal tahun 2016 juga lah itu, saya dapat kabar dari tetangga mamak ini (Loiyana) di kampung sana kan. Setelah kami lihat kondisinya ya sudah kami bawa lah kemari,” ucapnya Rabu (11/4/2017) di Nagori Marbun Jaya, Kecamatan Tanah Jawa.

Loiyana yang dulunya bekerja sebagai pencari lidi di perkebunan sawit di sekitar rumahnya, kini hanya bisa terbaring lemah di kasur yang diletakkan di lantai rumah.

Dengan kondisi yang serba sulit, Berta sangat membutuhkan uluran bantuan Pemkab Simalungun agar ibunya tersebut mendapatkan kursi roda. Berta juga mengungkapkan dirinya mengalah untuk tidak di operasi dengan harapan ibunya tersebut mendapatkan bantuan dari Pemkab Simalungun.

Sebelumnya, Berta juga menceritakan, waktu diselenggarakannya pengobatan gratis pada Januari 2017 yang lalu, dirinya berniat membawa Loiyana ke Puskesmas. Namun karena keadaan yang tidak memungkinkan, membuat Berta mengurungkan niatnya itu.

“Tidak mengapa lah kalau saya tak dioperasi, yang penting mamak bisa saya jaga. Andaikan ada kursi roda mungkin terbantu lah mamakk ini. Mudah-mudahan Pak JR Saragih membantu memberikan kursi roda untuk mama. Mau saya bawa nya mamak ini, tapi enggak ada kendaraan kami,” ucapnya sambil meneteskan air mata.

"Terima kasih untuk JR Saragih, sudah dibuat pengobatan gratis, mudah-mudahan didengar pak Bupati lah. Kami butuh bantuan kursi roda untuk mamak biar bisa bangun dari tempat tidurnya,” tutur Berta sambil mengusap air matanya.

Baca berita sebelumnya:

Penyakit Kelenjar telah Ganggu Jantung, Berta Melemah, Tidak bisa Dikejutkan (Berta 1)

Kondisi Semakin Melemah, Berta tetap Bantu Suami sebagai Buruh Tani dan Rawat Mama (Berta 2)

Dia Pemimpin yang Inginkan Warganya Sehat, Saya Tolak karena Siapa Jaga Mama (Berta 3)

Penulis: tim. Editor: aan.