HETANEWS.COM

Kondisi Semakin Melemah, Berta tetap Bantu Suami sebagai Buruh Tani dan Rawat Mama (Berta 2)

Berta Gultom dan Loiyana Simare-mare.

Simalungun, hetanews.com- Dengan kondisi fisik yang melemah, perempuan 51 tahun ini tetap menjalankan aktifitasnya sebagai buruh tani, dengan penghasilan yang pas-pasan.

Berta tetap memilih profesi, yang seharusnya tidak ia kerjakan lagi di usia senjanya, apalagi dengan penyakit yang dideritanya.

Dirinya mengungkapkan, tidak ada pilihan lain selain menjadi buruh tani karena hanya itulah keahliannya. Selain menjadi buruh tani terkadang dirinya juga menggarap sepetak ladang miliknya dengan menanam biji kacang hijau.

“Inilah kan, cuma buruh tani nya kami, kalau enggak kerja itu kerja apa lagi, paling nanam kacang hijaulah, itu pun sedikitnya, cukup-cukup beli cabe,” tuturnya tersenyum di kediamannya, Rabu (11/4/2017) di Nagori Marbun Jaya, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun.

Terkadang, ibu 7 anak ini harus menghentikan aktifitasnya sebagai buruh tani, pasalnya dirinya harus menjaga dan merawat ibunya yang terserang penyakit osteoporosis (pengeroposan tulang), ekonomi keluarga yang sebelumnya ditanggung oleh Berta dan suaminya, kini hanya suami sendiri yang harus bekerja menjadi buruh tani untuk menghidupi keluarganya.

“Kadang-kadang berhenti lah aku kerja, karena kan harus jaga mama. Kalau berhenti saya kerja, ya bapak inilah yang kerja sendirian. Memang sebelum mamak saya sakit kami 2 orang yang kerja, sekarang paling sekali-sekali lah saya kerja,” ungkapnya.

Pantauan hetanews di lokasi, Loiyana Simare-mare (74) ibu dari Berta Gultom memang mengalami penyakit. Menurut keterangan Berta, dirinya beserta suaminya telah merawat ibunya selama lebih kurang 1 tahun belakangan.

Sebelumnya, ibunda dari Berta tinggal di rumah yang berbeda yang jaraknya ± 3 km dari rumah mereka. Namun karena kondisi sakit yang dialami Loiyana semakin memburuk, Berta dan suaminya lantas membawa Loiyana tinggal bersama mereka di rumah sederhana, yang berdinding papan tanpa plafon tersebut.

“Kami juga merawat mamak kami ini, keadaan beliau pun sudah terbaring lemah. Kalau enggak ada yang menjaga payah juga, dulu enggak tinggal di sini mamak, di kampung sana, sekitar 3 Km lah dari sini, tapi karena sakit kayak gitu, kami bawa lah kesini, kami yang menjaga,” tuturnya.

Kendati dengan penghasilan yang terbilang minim dan keadaan ekonomi yang sulit, Berta dan suaminya tetap merawat dan menjaga Loiyana Simare-mare. (bersambung)

Baca berita sebelumnya:

Penyakit Kelenjar telah Ganggu Jantung, Berta Melemah, Tidak bisa Dikejutkan (Berta 1)

Baca berita selanjutnya:

Dia Pemimpin yang Inginkan Warganya Sehat, Saya Tolak karena Siapa Jaga Mama (Berta 3)

Walaupun tidak Jadi Operasi, Berta berharap JR Saragih Kirim Kursi Roda untuk Mamanya (Berta 4)

Penulis: tim. Editor: aan.

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!