HETANEWS.COM

Penyakit Kelenjar telah Ganggu Jantung, Berta Melemah, Tidak bisa Dikejutkan (Berta 1)

Berta Gultom dan Sahat Nainggolan

Simalungun, hetanews.com - Berta Gultom (51) mengidap penyakit kelenjar atau pembengkakan pada lehernya ketika dirinya remaja.

Penyakit yang dialaminya berpengaruh terhadap kondisi organ tubuhnya yang lain terutama pada jantungnya, kondisi tersebut membuat perempuan yang berprofesi sebagai petani ini sulit beraktifitas.

Saat ditemui di kediamannya, Rabu (11/4/2017) di Nagori Marbun Jaya, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, dirinya menceritakan kepada hetanews tentang riwayat penyakit yang dideritanya tersebut.

Ia mengungkapkan, penyakitnya bukanlah penyakit keturunan, dan mengetahui benjolan yang ada di leher kanannya ketika usianya menginjak remaja.

“Dulu saat masih gadis, nampaklah benjolan ini, tapi saya rasa sudah ada dari dulu waktu kecil,. Gak adanya saudara-saudara kandung saya yang sakit kayak gini, begitu juga orang tua," ungkapnya.

Sebelumnya, awal tahun 2017, berbekal Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang dimiliki, Berta sempat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit (RS) Harapan di Kota Siantar selama 3 hari. Kendati tidak dikenakan biaya, ibu dengan 7 orang anak ini memutuskan untuk pulang ke rumah, dengan alasan tidak ada yang menjaga ibunya yang tengah sakit di rumahnya.

“Sempat waktu itu saya diopname di RS Harapan, cuma 3 hari lah dirawat di sana. Memang tak ada bayarnya, cuma karena gak ada yang jaga ibu di rumah, say minta lah sama dokternya supaya dipulangkan,” tuturnya.

Berta juga mengungkapkan, sewaktu dirawat dan diberi pengobatan di RS swasta tersebut, ibu bercucu 7 ini juga didiagnosa mengidap penyakit jantung. Ini diduga karena kelenjar yang dideritanya telah menjalar ke bagian syaraf tubuh yang mengakibatkan jantungnya melemah.

“Katanya ada sakit jantung saya, karena sudah menjalar kelenjar ke syaraf, itu kata dokter,. Makanya enggak bisa saya terkejut atau dikejutkan terus sakit jantung saya,” jelasnya.

Ditemui di tempat yang sama, Sahat Nainggolan (63) juga mengungkapka telah mengetahui penyakit kelenjar yang diderita istrinya sebelum mereka menikah. Hanya saja pada awal tahun 2017 yang lalu kondisi fisik istrinya semakin melemah.

“Sudah tau saya kondisi istri seperti itu dulu dan tetap menerimanya. Usai Tahun Baru lah istri diopname dan sejak saat itu keadaannya mulai lemah. Gak bisa terkejut. Jika habis terkejut, sering dia mengeluh sakit dadanya,” tutur Sahat.(bersambung).

Baca berita selanjutnya:

Kondisi Semakin Melemah, Berta tetap Bantu Suami sebagai Buruh Tani dan Rawat Mama (Berta 2)

Dia Pemimpin yang Inginkan Warganya Sehat, Saya Tolak karena Siapa Jaga Mama (Berta 3)

Walaupun tidak Jadi Operasi, Berta berharap JR Saragih Kirim Kursi Roda untuk Mamanya (Berta 4)

Penulis: tim. Editor: aan.

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!