Labuhanbatu, hetanews.com - Menuai kasus tindak kekerasan yang dialami Pejabat Rektor Univa Labuhanbatu yaitu Basyarul Ulya Nasution, Selasa (11/4/2017), akhirnya kuasa hukumnya, Nadir Wadiansan Harahap melaporkan Irwansyah Ritonga dan kawan-kawan sesuai tanda Laporan Nomor: STPLP/560/IV/2017/SU/RES-LBH.

Dalam laporan, Irwansyah Ritonga dan kawan-kawan diduga telah melakukan penganiayaan secara bersama-sama sebagaimana tertuang dalam Pasal 170 KUHPidana.

Surat Tanda Laporan Pengaduan. (foto: Fendi)

"Sudah kita laporkan atas insiden yang menimpa klien saya, yaitu Irwansyah dan kawan-kawan yang berjumlah 8 orang. Dan ada 2 saksi yang kita ajukan kepada penyidik," ucapnya.

Atas laporan itu, Nasir meminta kepada penegak hukum agar segera mengusut tuntas kasus penganiayaan yang dialaminya.

"Kita yakin atas kinerja penegak hukum untuk menuntaskan kasus tindak pidana ini. Dan saya minta aktor intelektual di balik kasus penganiayaan ini agar cepat ditangkap. Karena di dalam pasal 170 KUHPidana para pelaku bisa ditahan dengan ancaman penjara pidana 5 tahun dan 6 bulan penjara," pintanya.

Kicauan akun Zean Anggi Putri Pohan. (foto: Fendi)

Sementara itu, kasus penganiayaan yang menimpa Pejabat Rektor Univa Basyrul Ulya Nasution mengundang rasa prihatin oleh netizen di dunia maya. Sejumlah akun di dalam halaman akun facebook Basyrul Ulya Nasution, mengecam atas tindakan kekerasan yang dialami pejabat rektor Univa itu.

"Saya mengutuk keras atas perbuatan mahasiswa yang telah memijak-mijak pak rektor Basyrul Ulya. Di mana hati nurani kalian, di mana pikiran kalian, di mana sikap kalian sebagai mahasiswa, kalian anarkis, tidak netral. Sampai hati kalian perlakukan rektor kami dengan begitu kejam hanya demi membela orang-orang yang gila jabatan itu," kicau akun Zean Anggi Putri Pohan.