HETANEWS

Bah! Satpam SMAN 3 Siantar Ancam Wartawan

Lokasi SMAN 3 Siantar.

Siantar, hetanews.com  - Ancaman kembali menimpa awak media jurnalistik di Kota Siantar saat melakukan peliputan di lapangan.

Kali ini dialami oleh awak media Jurnalrealitas.com ketika hendak melakukan tugas peliputan dan pencarian informasi bersama rekan wartawan lainnya LM dari media cetak Suara Simalungun, terkait Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang berlangsung di Sekolah menengah Atas Negeri (SMAN) 3 Jalan Pane, Kota Siantar.

Ancaman itu datang dari satpam sekolah tersebut, pada Selasa (11/4/2017). Dimana satpam SMAN 3 mengancam wartawan dengan perkataan " Awas hati hati kau. Kau. tandai muka (wajah) ku. Jumpa di luar kita". Anggar-anggar LSM kau."

Hal ini berawal ketika awak media ini ingin mencari informasi ierkait pelaksanaan UN tingkat SMA yang berlangsung serempak di seluruh Indonesia mulai dari tanggal 10-13 April 2017, khususnya di SMAN 3 Jalan Pane.

Tetapi maksud ini mendapat halangan dari satpam. Petugas satpam dengan arogan berkata "kepala sekolah tidak bisa ditemuin. sebab lagi ujian. Loh kok ga bisa ditemuin bang? kan bukan kepala sekolah yang sedang ujian tetapi kan siswanya," tanya wartawan.

“Tolong diijinkan bang kami hanya ingin mengkonfirmasi kepada kepala sekolah tentang berapa jumlah siswa kelas XII yang mengikuti uian (UNBK) dan apa antisipasi yang dilakukan oleh pihak sekolah jika terjadi pemadaman arus listrik pada saat ujian berlangsung,” sebut wartawan. 

Sebagaimana diketahui, dalam beberapa hari ini khususnya jelang UN tingkat SMA Kota Siantar kerap mengalami pemadaman listrik. Namun keinginan wartawan tersebut tetap dihalangi oleh satpam yang ditanggapi dengan sikap arogansi dan tidak menyenangkan, bahkan mengeluarkan ancaman.

Terkait tindakan dan sikap yang dilakukan satpam SMAN 3 tersebut, jelas-jelas telah melanggar Undang-Undang (UU) Pers Nomor 40 Tahun 1999 pasal 4 ayat 2 dan 3. Ini dikaitkan dengan pasal 18 UU Nomor 40 Tahun1999.

Diduga Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 3 sengaja menugaskan satpam tersebut untuk menghalangi setiap peliputan tugas jurnalistik yang akan dilakukan di sekolah tersebut. Sebab hal dan keluhan serupa juga sering didapat dan didengar dari beberapa rekan-rekan pers dan LSM yang akan melakukan konfirmasi dan liputan berkaitan dengan informasi publik di sekolah tersebut.

Ketika hal ini coba diconfirmasi langsung kepada Kepsek SMAN 3 Hinsa Simatupang melalui selulernya tetapi tidak tersambung. Sebab seluler yang bersangkutan tidak aktif.

Sampai berita ini diterbitkan, wartawan media itu (Jurnalrealitas) masih dalam bayang-bayang ancaman satpam SMAN 3 Siantar.

Penulis: bt. Editor: aan.