HETANEWS

Premium 'Menghilang' di Humbahas Resahkan Pengguna Kendaraan

SPBU Doloksanggul. (foto : Trendy).

Humbahas, hetanews.com - Pertalite adalah jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) baru yang dikeluarkan pemerintah melalui PT Perusahaan Tambang Minyak Negara (Pertamina) Persero.

BBM jenis baru ini digadang-gadang memiliki kualitas yang lebih mumpuni ketimbang BBM jenis Premium yang dulu disubsidi oleh pemerintah. Alasannya tentu karena Pertalite memiliki kadar oktan lebih tinggi dari Premium yaitu 90, sedangkan Premium masih di angka 88.

Pemerintah berharap Pertalite ini akan dapat menggantikan jenis Premium di kalangan masyarakat secara bertahap.

Awalnya Pertalite hanya dikeluarkan di Pulau Jawa pada launching perdananya tanggal 24 Juli 2015, lalu kemudian diluncurkan secara bertahap ke daerah-daerah di seluruh Indonesia.

Pada pertengahan bulan Februari 2017, Kecamatan Doloksanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) mendapat giliran untuk mengkonsumsi BBM jenis Pertalite ini melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) No. 14.222.308 Jalan Merdeka, Doloksanggul.

Namun yang mengherankan, semenjak Pertalite masuk, BBM jenis Premium langsung menghilang bagaikan ditelan bumi.

Masyarakat sangat diresahkan dengan menghilangnya BBM jenis Premium ini. Pasalnya dari segi harga, Pertalite lebih mahal dibanding Premium.

Ironisnya lagi, semenjak Premium digantikan oleh Pertalite, banyak kendaraan di Doloksanggul yang ‘bermasalah’ dengan mesin, mulai dari kendaraan yang mengeluarkan asap, brebet (tersedat-sedat), sampai pada mogok.

Saat tim hetanews mensurvei beberapa bengkel di daerah Doloksanggul, para pemilik kendaraan memberikan keterangan yang sama, begitupun para mekanik, mereka menduga yang menjadi biang masalah pada mesin kendaraan adalah pada bahan bakar.

Spesifikasi harga Pertalite (foto: Trendy).
 

“Semenjak pakai Pertalite ini jadi berasap-asap mobil saya ini, gasnya pun tersendat-sendat, mau pakai Premium pun tak ada lagi dijual di sini”, ujar Purba, salah seorang pemilik mobil yang kebetulan berada di bengkel, Sabtu (8/4/2017).

Senada dengan itu, salah seorang mekanik sekaligus pemilik bengkel mobil yang tidak mau disebutkan nama dan merk bengkelnya mengatakan, bahwa rata-rata ‘penyakit’ kendaraan yang sedang diperbaiki di bengkelnya sama, mulai dari pompa minyak, karburator, dan busi.

“Ini rata-rata sama penyakitnya, saya menduga itu dikarenakan bahan bakarnya yang tidak sesuai, sehingga proses pembakaran pada mesin jadi tidak sempurna, pompa minyak pun banyak yang rusak,” ujarnya.

Bukan hanya mobil, sepeda motor juga ikut kena imbasnya. Saat dikonfirmasi pada salah seorang pemilik sepeda motor mengaku, semenjak memakai BBM jenis Pertalite, sepeda motornya mulai mengeluarkan asap yang tebal dari knalpot, kemudian langsam nya tidak bisa sempurna, dan pada putaran gas bawah dan gas atas, sepeda motornya tersendat-sendat. 

"Ini semenjak pakai Pertalite saya lae, macam pakai solar saya lihat motor ini. Banyak kali asapnya, langsamnya pun gak bisa, sudah begitu megap-megap gasnya kalau pelan sama kalau full gas”, terangnya dengan nada kesal.

Disamping harganya yang lebih mahal dari Lremium, masyarakat juga diresahkan dengan kabar kerusakan massal tersebut.

Untuk mendapatkan Premium, masyarakat harus menempuh jarak sekitar 10 kilometer di SPBU Kecamatan Pollung, itupun sangat sulit untuk didapatkan, karena stok yang terbatas. 

“Mau ke Pollung bang, ngisi Premium, jera saya pakai Pertalite ini, mau pakai Pertamax kemahalan," ujar salah seorang gadis yang sempat memasuki SPBU Doloksanggul, dan langsung keluar ketika mengetahui Premium tidak ada.

Saat ini, masyarakat Doloksanggul sedang kebingungan untuk konsumsi bahan bakar kendaraan yang tepat, di samping harganya yang mahal, masyarakat juga diresahkan dengan banyaknya kerusakan akibat bahan bakar jenis Pertalite ini. 

Masyarakat juga berharap agar bahan bakar jenis Premium dapat kembali disalurkan di Kecamatan Doloksanggu. Sementara untuk bahan bakar jenis Pertamax dianggap sangat mahal oleh masyarakat.

Penulis: trendy. Editor: aan.