HETANEWS.COM

Juhri Dieksekusi Setelah Dijemput isterinya dari Warung

M Juhri Siregar mantan bendahara Sekolah MAN Siantar yang menjadi tersangka saat akan dibawa ke lapas, Rabu (5/4/2017). (foto : lazuardy fahmi)

Siantar, hetanews.com - Mantan bendahara Yayasan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Siantar, Muhammad Juhri Siregar dijemput tim Kejaksaan Negeri Siantar dari rumahnya di Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Tanah Jawa, Simalungun, Rabu (5/4/2017).

Terdakwa kasus korupsi pengadaan komputer sekolah yang bersumber dari DIPA MAN tahun ajaran 2009/2010. Adapun akibat kasus itu negara merugi sebesar Rp 324 juta.

Dia dinyatakan terbukti bersalah melanggar pasal 3 jo pasal 18 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah dirubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, jo Pasal 64 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Baca: Korupsi Dana Komite Sekolah, Kejari Siantar Ciduk Mantan Bendahara MAN Siantar

Kasi Intel Kejari Siantar, Hary Palar mengatakan pihaknya berempat di antaranya Kasi Pidsus, Herianto Siagian ; Kasubbagbin, Dodi Emil ; serta Staff Intel, Aryo untuk mengeksekusi Juhri di rumahnya setelah menerima putusan Mahkamah Agung menolak atas upaya kasasi Juhri.

Putusan MA bernomor 787 K/Pid.Sus/2015 teetanggal 16 Desember 2016 yang lalu. Kendati begitu kata Hary, pihaknya baru menerima putusan itu pada Februari 2017 lalu.

"Setelah putusan MA, terdakwa sudah kami panggil sebanyak 2 kali, namun terdakwa tidak kooperatif sehingga dilakukan upaya penjemputan," kata Hary.

Hanya saja, lanjut Hary, setibanya di kediaman Juhri, pihaknya tak langsung bertemu dengannya melainkan disambut oleh isteri Juhri. Hary berujar, Juhri datang setelah pihaknya berkomunikasi dengan isterinya.

"Dia tidak ada di rumah ketika kami datang, kami bertemu isterinya dan berkomunikasi dengan isterinya. Terdakwa datang kerumah usai dijemput isterinya dari warung," ujar Hary.

Hary tak menjelaskan alasan Juhri yang sempat mangkir dari 2 panggilan kejaksaan dilayangkan. Kendati begitu, proses eksekusi terhadap terdakwa menurutnya berjalan lancar. 

"Tidak, tidak ada perlawanan," katanya.

Juhri tampak menutup-nutupi wajahnya dengan kemeja yang dipakai ketika yang didampingi petugas kejaksaan menuju mobil untuk ditahan ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas II Siantar.

"Terdakwa dipidana penjara selama 1 tahun 6 bulan," katanya.

Penulis: bt. Editor: abn.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan