Tapsel, hetanews.com - Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) Syahrul M Pasaribu dilaporkan Daniel Pohan ke Polda Sumatera Utara (Poldasu) terkait kasus pembongkaran kuburan di Desa Janji Mauli, Kecamatan Sipirok.

Pasalnya, pembongkaran makam leluhur warga Desa Janji Mauli itu secara paksa tanpa melibatkan warga sebagai ahli waris . Hal ini sangat tidak terpuji atas tindakan semena-mena yang dilakukan Bupati Tapsel.

Salah satu perwakilan warga Desa Janji Mauli, Daniel Pohan melaporkan Bupati Syahrul Pasaribu dan Asisten I Hamdaen Zine Harahap ke Poldasu dengan kasus pengerusakan makam leluhur. Pasal yang disangkakan terhadap Syahrul dan Hamdaen yakni pasal KUHP 170.

Bernad Simare-mare selalu kuasa hukum Warga Desa Janji Mauli mengatakan, tindakan yang dilakukan Bupati Tapsel adalah kriminal murni dan bisa dijerat hukuman penjara selama 5,5 tahun. 

“Kami selaku kuasa hukum warga Desa Janji Mauli meminta kepada Poldasu agar segera memproses laporan itu secepat mungkin. Apalagi ini soal makam leluhur warga yang sudah ratusan tahun berdiri jauh sebelum Indonesia merdeka. Jadi kami harap kepada penegak hukum khusunya di Sumatera Utara jangan terkesan  lambat dalam menangani kasus rakyat kecil,” sebut Bernad. Senin (3/4/2017) .

Ketua DPD Posko Perjuangan Rakyat  (Pospera) Sumut, Liston Hutajulu juga berpendapat , kasus ini harus segera ditangani dan Bupati Syahrul Pasaribu harus bertanggungjawab atas perbuatannya yang tidak terpuji.

“Jika proses hukum terkesan lambat, kami akan turun kejalan untuk mendesak Poldasu menangkap Bupati Tapsel dan Asisten I dengan tindak pidana . Jangan ada kesan penanganan kasus hukum di pila pila semua harus sama di mata hukum,” papar Liston.

Pospera Sumut dengan tegas menyatakan sikap agar Bupati Tapsel dan Asisten I ditangkap karena telah melakukan pengerusakan makam leluhur warga Desa Janji Mauli.