Siantar, hetanews.com - Tampaknya, masalah sampah masih menjadi persoalan utama di Kota Siantar ini. Berbagai titik di Kota Siantar masih menumpuk sampah-sampah.

Baik itu sampah organik maupun sampah organik masih menumpuh. Bau tidak sedap juga dikeluarkan dari tumpukan sampah itu.

Belakangan ini, beberapa titik di Kota Siantar terendam banjir. Sampah yang menumpuk di selokan-selokan menjadi salah satu penyebab banjir yang disertai dengan hujan deras.

Seperti, amatan hetanews, hari ini, Sabtu (1/4/2017). Di Jalan Sudirman, Kelurahan Proklamasi, Kecamatan Siantar Barat, tepatnya didepan dua sekolah yakni SD Negeri 122332 dan SMK GKPS 3.

Tumpukan sampah tampak di parit depan SD Negeri 122332, Jalan Sudirman Kota Siantar.

Di depan dua sekolah itu, tumpukan sampah membludak hingga tong sampah yang disediakan tidak sanggup menampung sampah tersebut. Bahkan, parit di depan SD Negeri itu banyak menumpuk sampah.

Kemudian, di Jalan Ade Irma Suryani, Kelurahan Melayu, Kecamatan Siantar Barat. Di salah satu persimpangan di jalan itu, tumpukan sampah sangat tampak. Padahal, jalan tersebut ramai dilalui pengendara maupun pejalan kaki.

Lalu, di Jalan Meranti, Kelurahan Kahean, Kecamatan Siantar Utara. Tumpukan sampah tampak dibeberapa titik. Bahkan, ada satu titik yang tak jauh dari SMP Negeri 6, sepertinya menjadi salah satu tempat 'favorit' para warga sekitar untuk membuang sampah yang tidak pada tempatnya.

Begitu juga di Jalan Letda Usmansyah Saragih, Kelurahan Pondok Sayur, Kecamatan Siantar Martoba. Awak media ini juga menemukan tumpukan-tumpukan sampah. Bau tidak sedap keluar dari tumpukan tersebut.

Tumpukan sampah di Jalan Meranti, Kelurahan Kahean, Kecamatan Siantar Utara.

Masih di Kecamatan Siantar Martoba. Di Jalan Tuan Rondahaim Saragih, Kelurahan Tanjung Pinggir, tumpukan sampah yang membludak sangat jelas terlihat. Bahkan, pengendara yang melintasi di lokasi tersebut, akan terkena langsung bau tidak sedap.

Di lokasi tersebut, beberapa titik memang banyak dijadikan sebagai tempat pengumpulan barang bekas (botot).

Namun, barang-barang bekas yang tidak bisa diperjual-belikan, dibuang begitu saja oleh para pengumpul. Padahal, tidak jauh dari lokasi itu, terdapat pembuangan akhir (TPA).

Hal ini menjadi perhatian dan juga tugas utama dari Jekson Gultom, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Siantar yang baru saja dikukuhkan oleh Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Siantar, Hefriansyah. Kini, dinas yang dipimpin Jekson tersebut, membawahi soal kebersihan di Kota Siantar.

Tumpukan Sampah di Jalan Letda Usmansyah Saragih, Kelurahan Pondok Sayur, Kecamatan Siantar Martoba.