Fri 18 Jan 2019

Melawan Lupa, Frederich Silaban, Putra Humbahas yang Berkilau

Fredercih Silaban saat bekerja merancang karya arsitektur miliknya.

Humbahas, hetanews.com - Siapa yang tidak mengenal sosok Frederich Silaban, seorang arsitek yang namanya sudah malang melintang di kancah nasional dan internasional. 

Di Indonesia beliau dikenal luas dengan karya-karya nya yang kini menghiasi beberapa wilayah Indonesia melalui bangunan-bangunan yang memiliki sejarah tersendiri. 

Beberapa bangunan fenomenal hasil karya Frederich Silaban yang menjadi kebanggaan negeri ini antara lain Tugu Monumen Nasional (Monas) Jakarta Pusat pada tahun pembangunan 1961, yang kini menjadi landmark kenegaraan Republik Indonesia.

Masjid Istiqlal Jakarta yang dibangun pada tahun 1953 yang dulu pernah menjadi masjid terbesar di Asia Tenggara, bahkan qubah masjid tersebut mendapat pengakuan dari Universitas Darmstadt, Jerman (dulu Jerman Barat) sebagai hak cipta Frederich Silaban, yang disebut sebagai 'Silaban Dom' (Qubah Silaban).

Foto Federich Silaban semasa hidup.

Stadion terbesar di negara ini, yakni Stadion Gelora Bung Karno yang dibangun pada tahun 1962, juga merupakan hasil pemikiran dan karya Frederich Silaban, yang sampai saat ini masih menjadi stadion kebanggaan Republik Indonesia.

Serta masih banyak lagi bangunan-bangunan yang hingga kini masih berdiri kokoh dan dipakai seperti gedung Universitas HKBP Nommensen Medan, Gedung BNI 46 Medan dan Jakarta, Markas Besar TNI Angkatan Darat, Kantor Pusat Bank Indonesia dan lain-lain.

Frederich Silaban yang merupakan arsitek kesayangan Bung Karno ini juga digadang-gadang sebagai pelopor arsitektur modern pertama di Indonesia, yang merupakan arsitek yang hanya menyelesaikan pendidikan formal pada tingkat Sekolah Tehnik Menengah (STM), beliau memulai karir arsiteknya melalui jalur otodidak.

Namun ketekunannya membuahkan beberapa sayembara (sekarang lelang) proyek perancangan arsitektur, sehingga dunia profesi pun menganggap dan mengakuinya sebagai arsitektur, dan seiring berjalannya waktu ia terkenal melalui berbagai karya besarnya didunia arsitektur dan rancang bangun.

Sejumlah bangunan hasil rancangan Frederich Silaban.

Menilik kebelakang, Frederich Silaban merupakan anak kelima dari pasangan Djones Panogu Silaban dan Noria boru Simamora, yang lahir di Desa Bonandolok, Kecamatan Bonandolok, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) pada tanggal 16 Desember 1912.

Frederich merupakan anak dari seorang petani sekaligus Sintua di gereja HKBP Bonandolok. Kemiskinan yang dialami keluarganya membuat beliau bertekad dan berjuang hidup di ibukota Jakarta.

Setelah dia lulus STM, akhirnya menuai kesuksesan melalui keuletan nya meniti karir di ibukota Jakarta, hingga beliau meninggal pada 14 Mei 1984 di Jakarta.

Namun sangat disayangkan nama besar Frederich Silaban di kampung halamannya Humbahas tidak se santer di Ibukota dan luar negeri, banyak masyarakat yang hanya mengetahui karya besarnya, namun tidak mengetahui 'aktor' di balik karya tersebut.

Sangat diharapkan ada gebrakan-gebrakan dari berbagai pihak untuk lebih memperkenalkan Frederich Silaban ditengah-tengah masyarakat Humbahas yang telah mengharumkan nama daerah itu dan juga negara Indonesia di kancah Internasional.

Penulis: trendy. Editor: aan.