Tebingtinggi, hetanews.com - Naas tak terelakkan lagi ketika 5 orang preman kampung melakukan pengejaran terhadap Reno Samosir (21), warga Dusun VII, Desa Binjai, Kecamatan Tebing Syahbandar, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) yang menyebabkannya hingga tewas.

Samosir dikeroyok oleh 5 orang preman kampung warga Jalan Lama, Kelurahan Sri Padang, Kecamatan Rambutan, Kota Tebingtinggi saat ‘bertandang’ ke rumah pacarnya.

Samosir dikeroyok dan dianiaya oleh 5 orang preman kampung hingga tewas, Jumat (17/3) sekira pukul 23.00 WIB hanya karena masalah sepele, dimana ia dimintai ‘jatah’ uang rokok selaku warga pendatang saat itu.

Ketika dikonfirmasi, Kasubag Humas Polres Tebingtinggi, AKP MT Sagala, Selasa (28/3/2017) saat menggelar jumpa pers mengakui bahwa benar Reno Samosir tewas dianiaya 5 orang pemuda setempat.

Kronologisnya, saat itu Reno Samosir bersama temannya marga Silitonga datang ke rumah kost pacarnya di Jalan Lama.

Saat tiba di rumah kost, Samosir pun masuk ke dalam rumah menemui pacarnya, sementara Silitonga temannya tinggal di luar.

Tak lama kemudian, Silitonga dihampiri oleh Ricky Purba (21) yang merupakan pemuda warga Jalan Lama itu. Lalu Ricky Purba meminta rokok pada Silitonga dan langsung diberikan oleh Silitonga.

Tak puas hanya diberi rokok, Purba pun kembali meminta uang kepada Silitonga. Merasa keberatan, Silitonga pun menolak permintaan Purba, hingga akhirnya terjadi pertengkaran mulut di antara keduanya.

Mendengar ada keributan, Reno Samosir yang berada di rumah kost pacarnya segera keluar untuk menanyakan apa masalahnya. Tetapi Ricky Purba bukannya menjawab pertanyaan Samosir, malah ia berteriak maling-maling. Karena takut diteriaki maling dan melihat warga berdatangan, keduanya lantas mencoba melarikan diri.

Keempat tersangka pelaku pengeroyokan warga Paya Pasir saat diamankan pihak Kepolisian. (foto: Ver)

Tetapi malang bagi Samosir, saat lari, ia terjatuh, sehingga Ricki Purba bersama empat teman pemuda kampungnya yakni Maykel Riduan Manalu (18), Agus Kristin Napitupulu (22), Rio Jonathan Sianipar (22) dan GS (DPO) yang mengejar segera memukuli wajah, kepala, bibir dan menginjak-injak leher korban (Reno) hingga patah.

Akibat dari penganiayaan yang dilakukan oleh kelima pelaku, korban mengalami luka parah. Mengetahui ada keributan, warga sekitar segera menghubungi polisi.

Mendapat laporan, personil dari Polsek Rambutan segera menuju lokasi. Tiba di lokasi, Polisi beserta warga segera membawa korban ke Rumah Sakit Sri Pamela Tebing tinggi.

Berhubung kondisi korban yang sangat parah, pihak rumah sakit Sri Pamela, sekira pukul 01.00 WIB menyarankan agar korban dibawa ke RSUD Kumpulan Pane Tebingtinggi.

Dua hari dirawat dengan kondisi yang terluka parah, korban pun akhirnya meninggal dunia.

Tidak terima anaknya dikeroyok, orang tua korban Darius Samosir (61) segera membuat laporan ke Polsek Rambutan. Kemudian pihak plisi memburu para pelaku, dimana 4 berhasil ditahan dan 1 lagi Daftar Pencarian Orang (DPO).

Tersangka Maykel Riduan Manalu ditangkap di dalam rumahnya. Dari hasil pengembangan, Selasa malam (21/3/2017), polisi pun kembali menangkap Agus Kristin Napitupulu dari dalam rumahnya.

Esok harinya, Rabu malam (22/3/2017), giliran Rio Jonathan Sianipar yang ditangkap. Sementara Ricky Purba ditangkap pada Minggu malam (26/3/2017) di dalam rumahnya, setelah sebelumnya mencoba kabur selama 3hari ke Belawan.

Namun, pelaku GS hingga kini belum dapat dilakukan penangkapan karena melarikan diri entah ke mana. Sehingga pelaku ditetapkan sebagai DPO oleh pihak Kepolisian hingga hari ini.

Pasal yang dipersangkakan pada tersangka yaitu Pasal 170 subs 351 ayat (3) KUHPidana.