HETANEWS.COM

Hari Raya Nyepi: Pensucian Diri, Penghayatan Akan Mahkluk Ciptaan Maha Kuasa

Kuil Shri Marriaman, kuil umat Hindu di Kota Siantar. (foto : Hug)

Siantar, hetanews.com - Persiapan perayaan Hari Raya Nyepi di Kota Siantar hingga kini sudah berlangsung 90 persen. Hal demikian disampaikan Pinandita Mittun Krisna Senin (27/3) Sore di Kuil Shri Mariamman Jalan Diponegoro, Kota Siantar.

Kuil Shri Marriaman, adalah salah satu dari dua kuil tempat ibadah umat hindu di Kota Siantar yang dibangun sejak tahun 1969. Hari ini, kuil terlihat bersih dan rapi guna menyambut perayaan nyepi bagi umat Hindu yang ada di Kota Siantar dan Kabupaten Simalungun. Lazimnya, kuil yang letaknya persis di pinggir Sungai Bah Bolon itu, dibuka pada setiap hari pukul 18.00 Wib di mana jam beribadah umat hindu berlangsung. Selain itu, hari Jumat juga merupakan hari wajib beribadah mereka.    

"Persiapan dan pensucian tempat, artinya pensucian lokasi-lokasi sakral," imbuh Mittun Krisna, Pendeta di Kuil Shri Mariamman sejak tahun 2004.

Esok, hari yang jatuh saat perayaan Nyepi dikatakan Mittun, umat Hindu tidak ada melakukan kegiatan apa pun kecuali memuja dan sembahyang di Kuil. Ibadah yang dilakukan pun satu hari penuh tanpa ada kegiatan. Dalam Nyepi, umat Hindu mengasingkan diri dan mengambil aktifitas sendiri-sendiri lalu berdoa. Oleh karena hari itu keheningan benar-benar tercipta. 

"Kita mengasingkan diri, menyepi. Jadi tidak ada aktifitas tapi keheningan yang ada. Gak bisa ngobrol-ngobrol, menghidupkan api atau gas untuk memasak. Jadi, besok untuk makan juga sudah dipersiapkan," beber Krisna. 

Pendeta Mittun Krisna memaparkan, makna dari Nyepi adalah pensucian diri untuk menghayati segala ciptaan yang Maha Kuasa. Dan saat itu, benar-benar direnungkan apa yang Maha Kuasa ciptakan kepada manusia, dan manusia sendiri harus menjaganya. 

"Marilah kita bersama-sama untuk mencintai alam dan mencintai sesama manusia dan benar benar mensyukuri itu semua karena manusia diciptakan yang Maha Kuasa menjadi mahkluk yang paling sempurna dan kita sebagai mahkluk yang sempurna itu, harus memahami apa yang harus kita lakukan dan apa yang tidak bisa kita lakukan," paparnya.

Sambungnya, perayaan Nyepi tidak ada acara sakral. Namun yang perlu dilakukan itu adalah pensucian tempat di mana berdoa dan yang terpenting adalah diri sendiri.

"Yang penting itu diri sendiri, walaupun tempatnya suci kalau jiwa tidak suci, bagaimana mendekatkan diri dengan dewa dan dewi," jelas Pendeta, generasi keempat ini.

Acara Nyepi nanti, ujarnya, tidak hanya orang India saja yang mengikuti sembahyang. Namun etnis Tioghoa, Batak dan Jawa yang telah menjadi Hindu juga ikut sembahyang. Saat ini sebanyak 35 KK di Siantar yang terdiri 25 KK orang India, ditambah 10 Hindu dari etnis Tionghoa, Batak dan Jawa. Sedangkan di Kabupaten Simalungun, ada 25 KK yang terdaftar dan melakukan sembahyang di Kuil Shri Mariamman.

Ditempat yang sama, Serwin Pria asal Medan ini menuturkan, ia dan keluarganya akan memperingati Nyepi di kuil Shri Mariamman Kota Siantar. Menurut Serwin, selain berlibur, Kota Siantar adalah lokasi di mana sebagian keluarganya bermukim. Ia pun menginap di rumah Pendeta untuk menyambut Nyepi.   

"Nyepi adalah terlepas dari kebisingan dan kita berpusat kepada Tuhan Yang Maha Esa," urainya. 

Pantauan hetanews, Pendeta Mittun memimpin doa dalam bahasa sansekerta bersama-sama dengan bahasa Tamil. Dikatakannya, umat Hindu dapat menyampaikan doa dengan bahasa mereka sendiri, karena  Yang Maha Kuasa serba tahu apa yang akan disampaikan umatnya.

Penulis: huget. Editor: abn.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan