Siantar, hetanews.com - Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) seakan-akan memiliki mainan baru yakni “menghabisi” tindak pidana di Kota Siantar.

Hal ini seakan menjadi pukulan telak bagi Polres Siantar di bawah kepemimpinan AKBP Dodi Darjanto.

Reinhard Sinaga, advokat muda di Kota Siantar ini, menyayangkan bahwa masalah di Kota Siantar sampai harus mendapat perhatian, bahkan hingga ditangani langsung oleh Poldasu.

Menurutnya, AKBP Dodi Darjanto harus mulai berbenah untuk memberantas segala tindakan pidana di Kota Siantar.

“Selama kepemimpinan AKBP Dodi Darjanto sebagai orang nomor satu di Polres Siantar, kita ketahui sudah beberapa kali Poldasu melakukan penggerebekan, penangkapan dan penanganan kasus di Kota Siantar. Ini jadi pukulan telak bagi beliau,” ujarnya, Sabtu (25/3/2017).

Sebelum gelanggang permainan (gelper) GG Zone di Jalan Tanah Jawa, Kelurahan Baru, Kecamatan Siantar Utara digerebek oleh Poldasu pada Selasa (21/3/2017) lalu dan beberapa hari kemudian menetapkan sebanyak 9 orang tersangka. Sebelumnya, Polres Siantar sekitar setahun lalu juga pernah menggerebek lokasi tersebut. Namun, tidak seorang pun ditetapkan sebagai tersangka.

“Bulan Desember 2016 lalu, juga kita ketahui kalau Poldasu menangkap 5 orang tersangka kasus narkotika jenis sabu di Hotel Horison Kota Siantar. Dan bahkan, dari 5 tersangka itu, salah seorang pelakunya adalah oknum polisi,” tutur Reinhard.

Akhir Oktober 2016 lalu, Poldasu juga pernah “mengobok-obok” Kota Siantar. Yang mana, gelper judi tembak ikan di Komplek Mega Land, Jalan Sang Naualuh Kota Siantar digerebek oleh Poldasu. Lima orang dewasa diringkus dari lokasi yang berkedok permainan anak-anak itu.

“Kita ingat lagi, Juni 2016, Poldasu mengamankan salah seorang pelaku tindak pidana judi jenis togel (toto gelap) di Jalan Rakutta Sembiring, Kota Siantar. Bahkan, Poldasu berusaha untuk memutus mata rantai togel itu dengan mencari siapa atasan dan bandar dari orang yang diamankan itu,” lanjut pengacara muda ini.

Terakhir, Polres Siantar diharapkannya agar segera berbenah agar kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian resort itu tidak hilang. “Bahaya kalau masyarakat Kota Siantar sampai hilang kepercayaan. Ini wilayah Siantar memang di bawah naungan Poldasu juga. Tapi kalau bisa, Polres Siantar lah yang bergerak menghantam tindak pidana itu. Janganlah sampai Poldasu yang turun tangan,” tutup Reinhard.