HETANEWS

Isu Penculikan Anak Sampai Asahan, Nenek Bawa Goni Diamankan

Personil Polres Asahan saat mengamankan sang nenek. (foto : Heru)

Asahan, hetanews.com-Penculikan terhadap anak sudah menjadi isu hangat hingga merebak ke Kabupaten Asahan.

Namun kebenaran isu  penculikan anak-anak masih terus didalami oleh aparat penegak hukum.

Ini sempat membuat para orang tua gelisah dan cemas akan putra dan putri yang masih anak-anak saat bermain maupun sekolah di luar rumah.

Seperti halnya kejadian Kamis (23/3/2017) sekira pukul 19.30 WIB di Dusun VI, Desa Serdang, Kecamatan Meranti Asahan, Bunda (50) warga Dusun II, Gang Buntu Aek Kanopan, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) nyaris dimassakan warga sekitar, pasalnya Bunda ditengarai dan diteriaki tukang culik anak oleh warga sekitar.

Menurut keterangan Kapolres Asahan AKBP Tatan Dirsan Atmaja melalui Kasat Reskrim AKP Bayu Putra Samara di ruang kerjanya Jumat (24/3/2017) membenarkan adanya seorang nenek bernama Bunda diamankan Arsenius Sitorus alias Surung Sitorus Kepala Dusun VI, Desa Serdang, Kecamatan Meranti Asahan, setelah warga setempat meneriaki penculik anak.

Bayu Putra Samara mengatakan, kronologis kejadian Kamis (24/03/2017) sekira pukul 19.00 Wib di Dusun VI, Desa Serdang, Kecamatan Meranti, warga merasa curiga akan kehadiran seorang perempuan separuh baya memakai jilbab dengan membawa goni berisikan botot, tali sebo serta permen yang berlalu-lalang di sekitar Dusun tersebut.

Gerak-gerik si nenek membuat warga sekitar, khususnya kaum ibu-ibu curiga, sehingga langsung meneriaki 'culik'.

Warga yang mendengar teriakan itu langsung berhamburan ke luar rumah dan melakukan pengejaran terhadap nenek tersebut.

Massapun beramai-ramai menangkap nenek tersebut, dan langsung diamankan Arsenius Sitorus untuk menghindari amuk massa. Lalu dilaporkan ke Pos Yan Meranti dan diantar ke Mapolres Asahan guna dilakukan penyidikan.

Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata nenek tersebut berprofesi sebagai pencari barang bekas, dan mempunyai keterbelakangan mental.

"Selanjutnya kami bersama Camat Meranti serta Kadus VI, Desa Serdang menyerahkan nenek itu pada pihak Dinas Sosial (Dinsos) Asahan guna dilakukan pembinaan sesuai dengan tupoksi dinas tersebut," sebut Bayu.

Penulis: heru. Editor: abn.