HETANEWS

Kunjungi Korban Keracunan Makanan, Ini Tindakan JR Saragih

Bupati JR Saragih saat memegang botol infus salah satu korban keracunan makanan yang dirawat di Puskesmas Tiga Balata. (foto : Tommy)

Simalungun, hetanews.com - Mendapat informasi adanya keracunan massal dialami warga Kampung Belek,Nagori Bah Sampuran Kecamatan Jorlang Hataran,  Kamis (23/03/2017), Bupati Simalungun, JR Saragih langsung turun melihat kondisi para korban yang dirawat Puskesmas Tiga Balata. 

Sesampainya di Puskesmas Tiga Balata, Bupati 2 periode itu langsung melihat kondisi warga yang keracunan, dan mengecek perawatan medis yang dilakukan. Melihat kondisi yang kurang memadai JR langsung berinisiatif meminta bantuan Kodim untuk menurunkan bantuan tempat tidur darurat. 

Tak hanya sampai disitu, JR Saragih juga turut membantu perawat dalam melakukan perawatan kepada masyarakat yang terkena racun. Tak segan-segan dia (JR Saragih) langsung mengecek suhu tubuh dari warga yang menjalani perawatan medis.

Bupati JR Saragih tampak memberikan intruksi pada Kadis Kesehatan Simalungun saat meninjau langsung korban keracunan makanan di Puskesmas Tiga Balata. (foto: Tommy)

Diwawancarai secara langsung, JR menyebutkan, bahwa saat ini korban keracunaan sebanyak 49 orang. “Sejauh ini ada 49 orang yang mengalami keracunan dan kini lagi kita tangani. Sementara 1 orang ada dibawa ke Rumah Sakit Vita Insani (RSVI),” ucapnya. 

JR Saragih menambahkan, Pemkab Simalungun akan bekerja secara maksimal dalam menangani kejadian itu. “Memang saat ini warga dirawat di Puskesmas, tetapi kita melakukan perawatan sudah seperti di Rumah Sakit (RS). Puskesmas ini dibantu 4 Puskesmas yang berada di sekitarnya dan mobil ambulance yang telah stand by,” paparnya.

JR Saragih juga menyebutkan, segala biaya medis baik atas kejadian ini akan ditanggung oleh Pemkab Simalungun.

Sejumlah warga mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Tiga Balata.(foto: Tommy)

Sementara itu diketahui warga yang menjadi korban keracunan berasal dari 6 dusun di Nagori Sampuran yakni, Dusun Sampuran Kode, Dusun Sampuran Tonga-Tonga, Dusun Sosor Dusun Huta Baru, Dusun Bosar Siantar, dan Dusun Kampung Belek. Setiap dusun, ada 10 Kepala Keluarga (KK) mengalami keracunan makanan.

Saat dikonfirmasi, Camat Jorlang Hataran, Tohap Manurung mengatakan, kalau sebagian pasien sudah dibawa ke beberapa RS di Kota Siantar. Dia juga mengaku, hingga saat ini belum ada warga yang mengalami kondisi parah akibar keracunan makanan itu.

Sebelumnya, puluhan warga awalnya menghadiri acara adat orang meninggal di Kampung Belek, Rabu (22/3/2017). Pulang dari sana, sejumlah warga membawa pulang nasi kotak yang dipesan dari Rumah Makan (RM) Darusalam di Jalan Rajamin Purba/Segitiga USI, Kota Siantar.

Sejumlah anak-anak yang mengalami keracunan makanan saat mendapatkan perawatan medis. (foto: Tommy)
Penulis: tom. Editor: aan.