HETANEWS.COM

Dirut RSUD Djasamen Saragih Bantah (Alm) Chandra Arun Sianturi Tak Dirawat di IGD

Almarhum Chandra Arun Sianturi korban amuk massa yang menghembuskan nafas terakhir di RSUD Djasamen Saragih. (foto : restu/abe)

Siantar, hetanews.com - Kasus kematian almarhum Chandra Arun Sianturi, yang menjadi korban amuk massa di Jalan Melanthon Siregar, Gang Cantik Manis, Kelurahan Pematang Marihat, Kecamatan Siantar Marimbun, sebelumnya terjadi dugaan bahwa RSUD Djasamen Saragih melakukan pembiaran.

Dugaan tersebut dikabarkan, bahwa rumah sakit plat merah di Kota Siantar tersebut tidak memberikan pelayanan maksimal kepada almarhum yang mengalami amuk massa karena tuduhan mencoba melakukan tindak pidana pencurian di sebuah rumah.

Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama RSUD Djasamen Saragih, Ronald Saragih mengatakan bahwa tidak benar kalau almarhum tidak mendapatkan perawatan intensif. Bahkan ia membantah kalau almarhum tidak mendapatkan perawatan di Intalasi Gawat Darurat (IGD).

“Jangan dibilang tidak dirawat di IGD. Karena, SOP-nya, sebelum masuk ruangan lain, harus melalui IGD terlebih dahulu. Siapa pula yang bilang tidak dari IGD?,” ujarnya saat menjawab pertanyaan awak media ini melalui seluler, Kamis (23/3/2017).

Bahkan, katanya, almarhum juga sempat mendapatkan perawatan dari dokter bedah karena mendapatkan pendarahan yang cukup parah akibat amukan massa. Dan ia juga menerangkan, bahwa almarhum telah mendapatkan perawatan maksimal di RSUD Djasamen Saragih.

“Sudah perawatan maksimal. Sebelum ke ruangan Dahlia, dari IGD terlebih dahulu. Itu prosedurnya. Bahkan, sampai ditangani dokter bedah. Kalau tidak percaya, langsung tanyakan aja besok sama bu Sabarina, kepala IGD. Karena, kemarin ditelpon bu Nurlela Sikumbang (Ketua Komisi I DPRD Siantar), langsung saya tanyakan kepada bu Sabarina,” akhiri dr Ronald.

Sebelumnya, ketika adanya dugaan ini diinformasikan, Nurlela Sikumbang, yang sebelumnya bersama jajarannya di Komisi I mendatangi RSUD Djasamen Saragih, mengatakan bahwa ia akan mencoba mencari kebenaran informasi tersebut kepada Dirut RSUD Djasamen Saragih.

“Tadi sudah saya telpon dr Ronald, katanya tidak ada gitu (tanpa perawatan di IGD). Ada kok dirawat di IGD. Informasi itu sebetulnya dari siapa?. Kalau lebih tahunya, cobalah telpon dr Ronald. Biar dijelaskan,” tukas Nurlela, Kamis sore.

Penulis: ndo. Editor: abn.