HETANEWS

Rocky Marbun: Hefriansyah Menunggu, SKPD Ikut Menunggu, Akhirnya Masyarakat Tertunggu

Rocky Marbun. (foto : Istimewa)

Siantar, hetanews.com - Sebulan yang lalu Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi telah melantik Kepala Daerah Kota Siantar.

Dikarenakan Wali Kota Siantar berhalangan tetap (meninggal dunia), akhirnya Wakil Wali Kota Siantar Hefriansyah diangkat menjadi Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Siantar. 

Namun setelah sebulan menjalankan roda pemerintahan, belum terlihat pembangunan yang signifikan di Kota Siantar. Hal itu ditandai dengan banyaknya Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kota Siantar beralasan bahwa mereka tidak bisa menggunakan anggaran karena belum ada pejabat definitif yang merupakan dampak dari perubahan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 Tahun 2016.

Tidak beraninya para pimpinan SKPD di Kota Siantar menggunakan anggaran, sepertinya karena kurang responsifnya Hefriansyah dalam meminta petunjuk ke Gubernur akan apa yang akan ia lakukan, ataupun percepatan statusnya agar menjadi Wali Kota definitif.

Hal ini menjadi kegelisahan salah satu pengamat pemerintahan Rocky Marbun yang menyebutkan, sifat Hefriansyah yang hanya menunggu berdampak pada SKPD yang juga ikut menunggu, sehingga pada akhirnya masyarakat terpaksa menunggu proses pembangunan berlangsung.

"Harusnya kan yang dilakukan Hefriansyah itu ada 2, yakni mengamankan internal yaitu perangkatnya. Kemudian melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Saat ini yang saya lihat dia (Hefriansyah) hanya menunggu, sehingga berdampak pada SKPD yang juga ikut menunggu, dan masyarakatkan pun tertunggu," sebutnya ketika ditemui hetanews di salah satu Kedai Kopi di Jalan Cipto, pada Selasa (21/03/2017).

Diakui Rocky bahwa status sebagai Plh menjadi salah satu alasan penyebab Hefriansyah tidak dapat mengambil kebijakan strategis.

"Namun Hefriansyah juga harus pro aktif meminta petunjuk kepada Gubernur hal apa yang akan dilakukan. Yang terjadi saat ini kan, bukan dia (Hefriansyah saja yang menunggu, bahkan pembangunan pun menjadi ikut menunggu," sebutnya. 

Dengan menunggunya Hefriansyah mengakibatkan Kota Siantar menjadi stagnan. Untuk itu, Rocky mengharapkan agar Hefriansyah lebih pro aktif dalam menyelesaikan permasalahan posisi jabatan, baik dirinya maupun SKPD.

"Kalau perlu semua SKPD ke Gubernur bertanya hal apa yang akan mereka lakukan, karena Kota Siantar ini harus berkembang. Harus berapa lama lagi Siantar terus menunggu? Kota ini pun butuh perkembangan," tegasnya.

Penulis: tom. Editor: abn.