HETANEWS

Dua Anak Penderita Gizi Buruk Akhirnya Dirujuk Ke RSU HAMS Kisaran

Kedua bocah penderita gizi buruk saat diperiksa Alfian Nasution. (foto : Heru).

Asahan, hetanews.com - Dua orang anak yang tinggal di Desa Buntu Maraja Dusun Dua, Kecamatan Bandar Pulau, Kabupaten Asahan, penderita penyakit gizi buruk (lumpuh layu) bernama Romi(15) dan Bayu(11) mulai dirawat inap di Ruangan Asoka Rumah Sakit Umum Daerah Haji Abdul Manan Simatupang (RSUD HAMS), Jalan Sisingamangaraja, Kisaran.

Namun rasa was-was akibat tidak memiliki dana buat makan selama menjaga, pasangan suami istri (pasutri) Sugianto(39) dan Masliana(35) tetap pasrah menghadapi tantangan demi kesembuhan kedua putranya.

“Sejak anak pertama Romi dibawa berobat ke Puskesmas dan disarankan untuk dibawa kemari (RSUD HAMS) saya takut ban. Takut tidak ada yang kami makan di sini,” kata Sugianto, Selasa (14/3/2017).

Menurutnya, sejak ada pemberitaan di media pada Minggu (12/3/2017), mereka didatangi pihak Kantor Kecamatan dan Puskesmas, Senin (13/3/2017). “Saya ditatar habis karena takut membawa anak berobat, memang biaya perobatan ditanggung pemerintah bang. Namun biaya makan kami bagaimana bang , kerjaan saya hanya melangsir buah sawit,” terang Sugianto.

Dirinya tetap berkeinginan agar anak-anaknya ceria kembali seperti biasa. “Terima kasih buat perhatian bapak ibu kepada keluarga kami dan abang wartawan yang membuat beritanya. Semoga Tuhan membalas kebaikan bapak ibu dan abang-abang wartawan, " pungkas Sugianto sembari meneteskan air mata kepada hetanews.

Salah seorang Tokoh Pemuda Bandar Pulau, Sudirman Marpaung menyebutkan rasa terima kasih atas respon yang disampaikan hetanews. “Terima kasih lae, termasuk laenya telah mengetuk hati pemerintah kita ini hingga mengantarkan keluarga Sugianto sampai kerumah sakit ini,” kata Sudirman di ruang poliklinik spesialis penyakit anak.

Alfian Nasution saat memeriksa dan bertanya kepada Romi. (foto: Heru).

Menurut dokter yang menangani Romi dan Bayu yakni Alfian Nasution, jika kedua putra Sugianto mengalami gizi buruk. “Di dalam tubuh kedua anak itu mengalami gizi anjlok. Yang lebih parah Romi sehingga tidak dapat jalan apalagi berdiri. Menurut ilmu propesional medis, Romi tidak dapat berjalan lagi,” ujar Alfian.

Lanjutnya, jika pun ada kesembuhan maka bisa itu mukjizat dari Allah. “Bayu masih bisa kita tolong. Karena masih status transfer militis. Masih ringan lah penyakit yang dialaminya,” papar Alfian.

Menurut Alfian, Romi mengalami virus menyerang otak atau bahasa kedokterannya global diplomet dilete yang terdapat pada saraf kepala, tergolong pada malkukrisi, hamreflek, fiodarma, multi faktur dan ambulator.

“Ini dikarenakan asupan makin jeblok, menelan payah dan gak ada manfaat dikasih makan saja, harus infus juga. Gizi buruk (marasmus) ditambah global diplomet dilete tidak bisa jalan lagi. Awalnya kebas-kebas, sehingga si penderita berjalan jinjit,” jelas Alfian.

Salah satu penanganan bagi Romi dan Bayu dengan cara fisitioterapi direhabilitasi medis diterapkan dokter dalam penanganan saat ini penorostik. "Kejadian Luar Biasa (KLB) dalam kajian gizi buruk ini pertama kali di Sumatera Utara yang baru-baru ini kami pelajari dalam pertemuan wordsoft di Medan dan penyakit ini launchingnya di Asahan," ujar Alfian. 

Kepada keluarga Sugianto, Alfian menyakinkan keduanya di RSUD HAMS akan ditangani dengan serius," Jangan khawatirkan bapak dan ibu, penanganan Romi dan Bayu semaksimal mungkin. Kalau ada perawat yang macam-macam beritahu saya, meski minggu depan saya  menjalankan umroh," ucap Alfian yang berjanji akan mengawasi terus penanganan Romi dan Bayu.

Penulis: heru. Editor: aan.