Tapsel, hetanews.com - Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Provinsi Sumatera Utara mengecam aksi pembongkaran makam leluhur warag Desa Janji Mauli, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel).

“Kita mengecam tindakan yang di lakukan Bupati Tapsel Syahrul Pasaribu yang tidak manusiawi, dimana Hak Azasi Manusia (HAM) telah telah dikangkangi,” sebut Ketua DPD Pospera Sumut, Liston Hutajulu, Senin (13/3/2017).

Makam leluhur yang dibongkar di Desa Janji Mauli.

Menurut Liston, pembongkaran makam leluhur itu diketahui dirinya sesuai hasil laporan dari pengurus Pospera Tapsel Hendra Siregar, jika sekira pukul 04.00 WIB, saat masyarakat masih terlelap tidur, Pemkab Tapsel, Polres, Brimob , TNI Batalyon 123, Polisi Militer (PM  dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) berkisar 500 orang personil mendatangi makam leluhur warga Desa Janji Mauli untuk dibongkar paksa atas permintaan Bupati Syahrul Pasaribu.

Padahal menurut Liston, hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Sumatera Itara pada tanggal 2 Juni 2016 yang turut dihadir Wakil Bupati Tapsel beserta jajarannya , Kapolres dan Dandim untuk lebih dilakukan dengan masyarakat mufakat atau pendekatan.

Personil TNI dan Kepolisian diturunkan ke lokasi pembongkaran makam di Desa Janji Mauli.

Namun Bupati Tapsel bersih keras dengan gaya arogansinya membongkar makam leluhur warga dibantu aparat Kepolisian dan TNI, sehingga hal ini sangat disayangkan.

Warga pun bertanya dengan Asisten I Pemkab Tapsel, Jein Harahap atas dasar apa membongkar makam itu. Namun Jein Harahap mengatakan tidak ada hukum.

Itu menyebabkan masyarakat mencoba untuk membuat menghadang dengan sekuat tenaga. Namun apa didaya tidak mampu mendapat bentakan dan intimidasi, akhirnya warga pasrah dan ciut melihat aparat lengkap dengan senjata laras panjang.

Plang Pospera Tapsel yang dirusak

“Plang DPC Pospera Tapsel juga dirusak aparat Kepolisian dengan sikap tak terpuji. Kami mengecam tindakan aparat yang sebenarnya pengayom masyarakat,” sebut Liston.

Sementara itu diketahui makam yang sudah dibongkar oleh Pemkab Tapsel sudah mencapai 120 jiwa dan peti disiapkan. Pembongkaran kuburan itu turut dipimpin Kapolres Tapsel, Sekretaris Daerah (Sekda), Asisten I dan Kepala Satpol PP Jimmi Harahap.

Proses pembongkaran makam leluhur di Desa Janji Mauli dikawal aparat keamanan.

“Aparat Kepolisian kesannya tidak ada penuh pertimbangan merusak plang kantor DPC Pospera Tapsel. Kami akan menuntut jalur hukum agar pelaku segera ditangkap sesuai hukum yang berlaku . Hal ini tidak boleh dibiarkan sikap arogansi aparat yang semena mena terhadap warga. Bupati Syahrul Pasaribu akan kami gugat secara hukum atas tindakan kesewenang-wenangan. Kami akan tempuh jalur hukum beserta warga masyarakat Janji Mauli untuk mencari keadilan,” tandas Liston.