HETANEWS.COM

Junimart Girsang: Evaluasi Renovasi Gedung PN Siantar Berbiaya Rp 5 Miliar

Junimart Girsang (baju putih) ketika menyambangi gedung Pengadilan Negeri Siantar. (foto : BT)

Siantar, hetanews.com - Anggota DPR RI, Junimart Girsang meminta Sekretaris Pengadilan Negeri (PN) Siantar, Mediana Tarigan agar secepatnya memanggil kontraktor pemenang tender renovasi gedung pengadilan tersebut.

Hal itu sesuai hasil amatan wakil rakyat di Komisi III ini tidak 'ngeh' melihat hasil renovasi gedung diresmikan Desember 2016 yang lalu. Apalagi renovasi memakan biaya mencapai hingga Rp 5 miliar.

Permintaan itu ditegaskannya ketika menyambangi Kantor PN Siantar, Jalan Sudirman, Kelurahan Proklamasi, Kecamatan Siantar Barat, dalam rangka reses sekaligus mitra kerja, Kamis (9/3/2017).

Anggota Fraksi Partai PDI Perjuangan ini mengaku sudah menerima sejumlah informasi 'miring' pasca direnovasinya gedung yang bersumber dari DIPA Mahkamah Agung (MA). Salah satunya banjir yang melanda bangunan beberapa waktu lalu, padahal baru 2 bulan direhab.

"Saya datang kemari ada informasi mengatakan bahwa fasilitas bangunan ini ternyata menimbulkan ketidaknyamanan. Banjir sedemikian rupa sehingga menimbulkan fikiran negatif di masyarakat adanya penyimpangan anggaran," kata Junimart kepada sejumlah awak media.

Tak hanya dilanda banjir, beberapa bagian yang baru direnovasi juga tampak pengerjaannya seperti asal jadi. Misal, cat pada dinding mengelupas, dinding bangunan berjamur dan lain sebagainya.

"Memang Sekretaris sampaikan ke saya, kalau banjir itu karena tinggi jalan dengan lantai ini tidak sama. Lebih tinggi jalan dari lantai gedung. Terus ada gorong-gorong di bawah lantai gedung tidak mampu menampung air. Ini bangunan lama lebih dari tahun 90-an. Sampai sekarang mereka masih mencari," sebutnya.

"Banjir terjadi karena ada saluran mampet, sewaktu renovasi kontraktor tidak mengantisipasi saluran air kalau hujan. Kemudian penampungan air diatas tidak mampu menampung air sehingga banjir," tambah Junimart.

Saat kunjungan kerja (kunker) ini beberapa ruangan di masukinya guna memperhatikan kondisinya. Di sisi lain, dia menyarankan agar adanya Air Conditioner (AC) pada beberapa ruangan. Seperti ruang sidang.

Hal itu disarankannya guna dalam menjalankan tugasnya hakim dapat lebih nyaman. Begitu juga dengan terdakwa lebih leluasa memberikan keterangan.

Dia mengaku kondisi gedung merupakan bagian dari tanggung jawabnya sebagai wakil rakyat. Mengingat dirinya turut membantu mengurus gedung pengadilan dapat direnovasi.

"Saya beri masukan ke Sekretaris kalau tidak ada anggaran bisa ajukan ke Sekretaris Mahkamah Agung (Sekma). Bangunan ini bisa begini karena saya ajukan langsung ke MA,” sebutnya.

“Kemarin waktu saya kemari, jaman pak Pesta (Pesta Sitorus, Ketua PN Siantar yang lama) mereka sangat bergumul dengan biaya. Mereka sudah ajukan tapi tidak direspon, saya lalu minta foto copynya dan sampaikan ke MA, tidak lama kemudian anggarannya turun, jadi memang saya bertanggung jawab atas ini," tandasnya.

Junimart datang didampingi beberapa anggotanya. Kedatangannya disambut sejumlah hakim pengadilan, Sekretaris PN Siantar, Ketua Panitera, dan sejumlah staf pengadilannya.

"Menurut saya (renovasi gedung) perlu dievaluasi kembali, karena sangat disayangkan anggaran Rp 5 miliar menghasilkan seperti ini," katanya mengakhiri.

Penulis: bt. Editor: aan.
Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!