Labuhanbatu, hetanews.com - Penyidik Satreskrim Polres Labuhanbatu akan melimpahkan 5 orang tersangka kasus dugaan korupsi proyek pembangunan drainase di Negeri Baru, Kecamatan Bilah Hilir ke Jaksa Penuntut Umum di Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat.

Kapolres Labuhanbatu AKBP Frido Situmorang melalui Kasat Reskrim AKP Muhammad Firdaus, Rabu (8/3/2017) mengatakan, pelimpahan tersangka atau yang lazim disebut tahap II itu dilakukan setelah berkas perkara kasus dugaan korupsi tersebut dinyatakan lengkap atau P21.

"Mungkin dalam waktu dekat kita lakukan tahap 2, karena berkas perkara kasus dugaan korupsi ini sudah dinyatakan lengkap atau P21," terangnya.

Firdaus menjelaskan, proyek pembangunan drainase di lingkungan UPT Dinas Tata Ruang dan Permukiman (Tarukim) Sumut itu menghabiskan anggaran sebesar Rp 725.640 juta, bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sumut tahun anggaran 2015.

Proyek itu pun, kemudian dikerjakan oleh CV Patricia Adiasty, dengan massa kerja selama 120 hari atau terhitung sejak 15 Juni 2015 hingga 12 Oktober 2015. Namun hingga akhir massa pengerjaan, proyek pembangun drainase itu tak selasai dikerjakan.

Anehnya, pihak UPT Dinas Tarukim Sumut sebagai kuasa pengguna anggaran malah membayarkan 100 persen atau Rp 725.640 juta kepada CV Patricia Adiasty.

Padahal, berdasarkan hasil pemeriksaan tim ahli dari Fakultas Teknik Sipil Universitas Sumatera Utara (USU) yang didatangkan penyidik menyimpulkan bahwa pekerjaan pembangunan drainase itu hanya baru selesai dikerjakan sekitar 38,339 persen.

"Jadi terdapat kekurangan volume  sekitar 61,661 persen yang belum selesai dikerjakan dalam proyek pembangunan drainase itu," jelas Firdaus.

Maka, lanjut Firdaus, pembayaran pekerjaan yang belum selesai dikerjakan itu dianggap perbuatan yang melawan hukum hingga mengakibatkan kerugian keuangan negara berkisar Rp 393.459 juta.

Dalam kasus ini, pihaknya pun, kata Firdaus, telah menetapkan 5 orang tersangka yakni Kepala UPT Dinas Tarukim Sumut, Eddy Rifzani Kamaluddin, Bendahara Pengeluaran Pembantu UPT Dinas Tarukim Sumut, Iis Jamaris, PPTK UPT Dinas Tarukim Sumut, Bambang Subianto, Staf Teknis UPT Dinas Tarukim Sumut, Febian dan Wadir CV Patricia Adiasty, Naswan Efendy.

"Kelima tersangka disangkakan melanggar pasal 2 ayat 1 subsider pasal 3 jo pasal 18 Undang-Undang (UU) RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001," tandasnya.