Asahan, hetanews.com - Seorang pria yang berstatus guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) di salah satu Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Dusun II Desa Sei Kamah, Kecamatan Sei Dadap, Kabupaten Asahan, Slamet Hariadin (48) cabuli 6 orang siswi nya .Aksi ini dilakukan Slamet terhadap para siswi nya di waktu berbeda-beda dengan tempat berbeda.

Perbuatan bejat Slamet dilakukan pertama kali pada korban inisial SH (11)pada bulan Januari 2017 sekira pukul 11.00 WIB dalam ruang kelas pada saat jam pelajaran olah raga.

Caranya dengan menyuruh latihan kayang lalu memegang bokong dan alat vital korban dengan tangannya. Slamet kembali mengulangi perbuatanya menciumi korban pada Februari 2017 sembari mengancam jangan melaporkan perbuatan bejatnya itu.

Perbuatan itu tidak sampai disitu saja. Pada saat mata pelajaran olah raga, Slamet kembali melakukan dan berlanjut kepada korban kedua KA (9)siswi. Dimana pada saat latihan berenang Slamet memegangi alat vital korban secara berulang kali.

Hal serupa juga dilakukan Slamet pada korban SA (9) saat latihan kayang di dalam ruang sekolah. Slamet juga berulang kali memegangi alat vital korban.

Kembali perbuatan cabul dilakukan Slamet kepada NA(9) juga saat pelajaran olah raga dilatihan kayang yang juga memegangi alat vital korban dengan tangannya secara berulang kali.

Ternyata perbuatan terus berlanjut kepada siswi lain berinisial LA(10). Ini terjadi saat latihan renang dengan menggendong korban. Lalu membenturkan alat vital nya ke alat vital korban secara berulang-ulang.

Tidak cukup 5 korbannya, kembali hal serupa dilakukan Slamter kepada RU (11). Namun kali ini korban RU justru disuruh memegang kemaluan tersangka Slamet.

Tersangka saat diinapkan di sel tahanan Polres Asahan. (foto : Heru)

Akhirnya perbuatan guru bejat ini dilaporkan kepada Polsek Air Batu oleh para orang tua korban. Pihak polsek selanjutnya melakukan koordinasi dengan Kepala Desa (Kades) setempat yang diteruskan keSat Reskrim Polres Asahan di bawah Satuan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

Kepada hetanews, Selasa (7/3/2017) Kasat Reskrim Polres Asahan, AKP .Bayu Putra Samara membenarkan perbuatan cabul yang dilakukan oknum guru olah raga itu sesuai surat laporan yang mereka terima dengan nomor : LP/129/II/2017.

“Usai menerima laporan dari pihak keluarga korban, kita segera mengamankan tersangka untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan. Pasalnya warga setempat beserta orang tua sudah emosi melihat perbuatan tersangka,” ujar Bayu.

Kembali Bayu menuturkan, tersangka akan dijerat pasal 82ayat (2) dari Undang-Undang (UU) RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun maksimal 15 tahun penjara.

Secara terpisah, Ketua Lembaga Perlindungan Anak Kabupaten Asahan Awalludin memberi apresiasi tindakan cepat pihak Polres setempat. Namun Awal memberikan kritikan tajam kepada Dinas Pendidikan (Disdik) Asahan.

“Ini pukulan berat untuk Disdik Asahan dimana perbuatan cabul yang dilakukan oknum guru sampai berkelanjutan dengan terbuktinya 6 orang korban,” paparnya.

Awaluddin juga berharap, kiranya Disdik dapat melakukan sosialisasi terkait pentingnya memberi tanggung jawab dalam mendidik anak didik sehingga kepercayaan orang tua terhadap guru tidak meragukan.

“Perbuatan cabul kita ketahui karena ada yang melaporkan lalu apakah kita yakin tidak ada korban lain. Perbuatan cabul biasanya dilakukan penekanan kepada korban bahkan nada ancaman. Ini membuat korban takut melaporkan hal itu , maka harus disosialisasikan dan disuarakan kepada siswa di Asahan ini,” pinta Awaluddin.