Simalungun, hetanews.com - Proyek Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Simalungun bernilai miliaran rupiah berlangsung tanpa harus melalui tender karena adanya kebijakan (fiskresi) dari Bupati Simalungun, JR Saragih.

Demikian disampaikan oknum Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Simalungun, Benni Saragih di saat memerintahkan tim survei di sekitar ruang kerjanya, Selasa (7/3/2017).

"Langsung kalian berangkat, kegiatan kita tidak harus proses tender. Ini diskresi Bupati," ujar Benni kepada tim survey dinas lalu menjelaskan bahwa diskresi dimaksud adalah kebijakan Bupati Simalungun. 

Amatan hetanews di proyek yang berlangsung dan diyakini merupakan proyek kebijakan Bupati Simalungun, JR Saragih, persisnya di jalan utama menuju perkantoran Satuan Kerja Perangkat Dinas (SKPD) di Kelurahan Sondi Raya Kecamatan Raya.

Tampak sejumlah bangunan seperti bangunan tembok pagar dan trotoar jalan berbahan vaving block yang diketahui merupakan realisasi proyek swakelola Dinas Tata Ruang dan Pemukiman (Tarukim) Kabupaten Simalungun bernilai puluhan miliar tahun lalu itu dibongkar ulang.

Akibatnya, selain terkesan kepada pemborosan keuangan daerah, sejumlah material dari bangunan miliaran rupiah yang dianggap layak, seperti paving blok dan runtuhan bangunan tembok pagar digunakan kembali sebagai material timbunan di pembangunan rumah dinas (rumdis) Bupati Simalungun yang baru.

Sementara rumdis Bupati Simalungun yang lama, dibangun pada tahun 2011 silam itu dialih fungsikan JR Saragih sebagai gedung perkantoran Dinas Pendidikan (Disdik) Simalungun.