Mon 22 Oct 2018

Bencana Alam, Ribuan Warga Limapuluh Kota Masih Terisolasi

Sejumlah warga mencari korban longsor di daerah Koto Alam, Pangkalan, Limapuluh Kota, Sumatera Barat, 4 Maret 2017. ANTARA/Muhammad Arif Pribadi

Padang, hetanews.com - Ribuan masyarakat Kecamatan Kapus IX Kabupaten Limapuluh Kota Sumatera Barat masih terisolasi setelah dilanda bencana banjir dan longsor pada Jumat pekan lalu. Jalur menuju lokasi terputus akibat longsor.

"Ada ribuan warga kami yang masih terisolasi. Ini disebabkan karena medan yang berat," ujar Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi, Senin 6 Maret 2017.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BNPB) Kabupaten Limapuluh Kota, menyebutkan sebanyak 2.272 warga Nagari Galugua masih terisolasi. Jarak yang tak bisa ditempuh dari nagari terdekat mencapai 29 kilimeter.


Kemudian, sebanyak 3.251 warga Nagari Koto Lamo Kecamatan Kapur IX juga terisolasi. Jarak yang tidak bisa ditempuh sekitar sembilan kilometer. Sebanyak 350 warga jorong Neran Nagari Maek Kecamatan Bukit Barisan juga terisolasi.

"BNPB dan Basarnas akan menurunkan helikopter bell UH-1 untuk menyisir lokasi dampak banjir dan longsor di Kecamatan Kapur IX dan Pangkalan Koto Baru," ujarnya.

Irfendi berujar, helikopter akan mendistribusikan logistik ke kawasan yang terisolasi. Sedangkan tim SAR terus berusaha untuk membukan akses dengan membersihkan material longsor.


Kata dia, selama tanggap darurat ini, dilakukan relokasi akses ke daerah benana. Evakuasi korban bencana, terutama korban yang tertimbun longsor di jalur utama Sumatera Barat-Riau, tepatnya di Nagari Koto Alam Kecamatan Pangkalan.

"Kami juga mendistribusikan logistik dan mendirikan posko bantuan, kesehatan serta dapur umum di beberapa lokasi," ujarnya

Kepala Kepolisian Resor Limapuluh Kota AKBP Bagus Suropratomo mengatakan, Tim SAR masih berusaha untuk membuka akses menuju daerah yang terisolasi tersebut. Agar bisa mengetahui kondisi daerah tersebut dan mendistribusikan bantuan untuk korban banjir dan longsor.


"Masih ada yang belum bisa ditembus. Kami sedang berusaha dengan segala cara," ujarny Bagus yang juga sebagai Koordinator Tanggap Darurat bencana banjir dan longsor di Kabupaten Limapuluh Kota, Senin 6 Maret 2017.

Ia berujar, Tim SAR juga masih melakukan pencarian terhadap korban longsor dan banjir di Kabupaten Limapuluh Kota. Pihaknya juga masih mengindentifikasi kemungkinan masih ada mobil yang tertimbun material longsor.

Sebelumnya, ada sekitar enam orang yang meninggal dunia akibat banjir dan longsor. Mereka adalah, Doni Fernandes, 33 tahun, korban tetimbun longsor, Teja, 19 tahun, Yogi Saputra (23), Karudin (25), dan dua orang korban banjir, Muklis 45 tahun serta bayi berumur dua tahun.

 

 

sumber:tempo.co

Penulis: -. Editor: edo.