HETANEWS.COM

Hati-Hati Lewat Jalan Ini, Bisa 'Menelan' Korban Jiwa

Kondisi badan jalan yang berlubang diberikan tanda gelondongan kayu . (foto : Huget)

Siantar, hetanews.com - Kepada seluruh pengguna jalan melintas di Jalan Rajamin Purba, Kelurahan Timbang Galung, Kecamatan Siantar Barat, persisnya di jalan yang menghubungkan Jalan Rajamin Purba dengan Jalan Sisingamangaraja Barat, Kecamatan Siantar Sitalasari, Kota Siantar, diharapkan hati-hati melintas di persimpangan jalan tersebut.

Pasalnya, jalan yang terletak tepatnya di samping monumen kampus Universitas Simalungun (USI) atau segitiga USI tersebut rusak parah.

Amatan hetenews, Sabtu (4/3/2017) saat ini, kondisi aspal jalan, berpotensi amblas ke dasar tanah dengan kedalam kurang dari 1 meter akibat lubang yang semakin menganga. Posisi lobang tersebut pun berada persis di tengah-tengah jalan lintas mengakibatkan aksesa jalan semakin terganggu.

Ivan Saragih (27) salah seorang pemuda yang sering nongkrong di seputaran pertigaan jalan yang letaknya di depan Kampus USI menyebutkan, rusaknya jalan sudah terjadi selam beberapa bulan terakhir. Namun, kondisi jalan semakin parah setelah hujan acap kali mengguyur Kota Siantar baru- baru ini.

Meskipun demikian, kata Ivan, kerusakan jalan pun dipicu akibat bahan materil aspal yang digunakan tidak sesuai dengan kebutuhan jalan atau terbilang asal-asalan.

"Tahun 2016 akhir jalan itu sudah mulai berlobang. Bagaimana lah, dibangun aspalnya asal-asalan, makanya cepat rusak," sebut Ivan.

Hampir setiap hari, jalan tersebut dilalui pengguna jalan, angkutan umum dan para mahasiswa yang mengendarai sepeda motor, mengikuti perkuliahan di Kampus USI.

Walau jalan tersebut tidak diberi tanda bahaya, pemuda setempat berinisasidengan memberi tanda hati-hati. Caranya meletakkan 2 gelondongan kayu dan pacak yang ditancapkan dari dalam lobang sebagai pertanda.

Jika dibiarkan begitu saja, tentu jalan tersebut sangat membahayakan keselamatan para pengguna jalan.  Belum lagi, saat malam hari, dimana penerangan di sekitar jalan tersebut padam. Oleh karena itu, sebelum jalan tersebut 'menelan' korban jiwa, pemerintah melalui dinas terkait agar segera mengatasi kerusakan jalan tersebut.

Demikian disampaikan oleh salah seorang mahasiswa USI, Berto Purba (21). Mahasiswa tingkat akhir ini menuturkan, sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, khususnya bagi pengguna jalan, diharapkan pemerintah setempat harus tanggap dengan hal ini.

“Memang sampai sekarang, setahu saya belum ada yang korban gara-gara jalan itu. Makanya, kalau mau lewat dari situ ya. Hati-hatilah,” ujar mahasiswa yang tinggal di Parluasan, Kecamatan Siantar Utara ini.

Penulis: huget. Editor: aan.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan