HETANEWS.COM

Ada Peningkatan Jumlah Napi Lapas Siantar Terjangkit HIV/AIDS

Kelompok Dumong Sebaya Tri Utomo. (foto : Res)

Simalungun, hetanews.com - Sebanyak 9 orang narapidana (Napi) di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Pematangsiantar Klas II A diketahui positif terjangkit penyakit HIV/AIDS.

Keterangan ini langsung disampaikan oleh Kelompok Dumong Sebaya Tri Utomo yang kebetulan melakukan pengecekan terhadap penyakit HIV/AIDS di Lapas Siantar, Kamis (2/3/2017).

Bahkan Tri Utomo juga sudah melakukan kerjasama dengan Lapas Siantar dari tahun 2014 hingga 2017. Dalam hal ini Tri Utomo mengatakan, dalam seminggu sekali mereka melakukan pendampingan.

“Kami dalam seminggu sekali melakukan pendampingan dan konsultasi dengan teman-teman yang sudah terkena HIV sampai dia (napi) terakses dengan layanan dan akhirnya mereka bisa mengkonsumsi obat,” ujar Tri.

Dia menambahkan, pihaknya dampingi para napi dimaksud. “Kita juga selalu mendampingi kesembilannya. Ada juga yang tidak mau didampingi tapi napi sudah memudahkan menggunakan IRV,” katanya 

Tri menuturkan, harus paham dkarena stigma terjangkit HIV/AIDS masih tinggi, sehingga napi tidak mau terekspos secara umum, walaupun secara personal pihaknya sudah mengetahui siapa pembuatnya.

Dari kesembilannya, yang terbanyak terkena penyakit HIV/AIDS itu yakni transeksual 5 orang melalui seks bebas, 2 dari narkoba dan 2 terjangkit dari pasangannya.

Sebelumnya pada bulan Februari 2017, yang terkena penyakit HIV/AIDS hanya 6 orang. Namun hanya berjarak 1 bulan saja, penyakit itu sudah menjangkiti 3 orang napi.

Menurut Tri, penyakit dimaksud tidak berbahaya. Justru yang berbahaya itu pemahaman seseorang yang belum maksimal, sehingga stigma dan diskronasinya tinggi.

“Yang berbahaya itu pemahaman kita yang belum maksimal, HIV itu kan menyerang bukan karena tidak sengaja, Seperti halnya terkena penyakit TBC, karena kalau kita bernafas saja pasti sudah tertular kepada yang lain,” paparnya.

Lanjutnya, HIV di darah kalau tidak terpindah dari yang terpapar pada yang lain tak akan menular. Persentase dari darah sangat sangat besar, walaupun setitik masuk ket ubuh, maka selamat datang terhadap penyakit tersebut.

Tri mengatakan, yang paling berbahaya itu saat cairan sperma dan cairan ovum itu bertemu. Namun kalau tidak ada itu, amaka penyakit HIV tersebut tidak akan menular. Dan yang terakhir dari Air Susu Ibu (ASI). Artinya saat ibu memberikan air susunya, maka bayi itu akan terjangkit HIV.

“Kita berharap pada Lapas lebih meningkatkan lagi volume untuk intensitas penjangkauan. Kalau bisa kita upayakan melakukan upacara sukarelawan yang mau memeriksakan dirinya dan itu semua tidak ada paksaan,” papar Tri mengakhiri.

Penulis: res. Editor: aan.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan