HETANEWS

Tabrakan Beruntun di Jalan Asahan Tewaskan 2 Orang dan Puluhan Penumpang Luka-Luka

Jasad Marlina Sihotang yang tewas usai mendapatkan peratawan medis di RSVI. (foto : Lazuardy Fahmi).

Simalungun, hetanews.com - Peristiwa tabrakan beruntun di Jalan Asahan Km 4,5 Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, tepatnya di depan kampus Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) Swasta UISU, Kamis siang (2/3/2017), menyebabkan 2 orang tewas dan puluhan penumpang terluka.

Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) ini melibatkan 1 unit truk pengangkut kayu balok tanpa muatan yang menabrak 3 unit mobil angkutan kota (angkot) merk CV Bandar Jaya (2 unit) dan GMSS (1 unit).

Korban yang tewas diketahui Parsaoran Pasaribu (43), supir angkot GMSS, warga Rambung Merah, Kecamatan Siantar dan salah seorang penumpang Marlina Sihotang (60).

Sementara puluhan penumpang dari ketiga angkot mengalami luka-luka dan dilarikan ke sejumlah Rumah Sakit (RS) di Kota Siantar yakni, Rumah Sakit Vita Insani (RSVI), RS Tentara dan Rumah Sakit Horas Insani (RSHI). Data yang dihimpun, para penumpang ada yang menjalani rawat inap dan rawat jalan.

Salah seorang guru SMA UISU, Ahmad Bakti Nasution ditemui di RSVI  menuturkan, usai terjadi kecelakaan tragis tersebut, sejumlah korban yang mayoritas pelajar langsung dilarikan ke RS. Dengan keadaan panik kami panggil angkot yang lewat, mobil pribadi dan ambulance,” paparnya.

Belum diketahui pasti jumlah pelajar SMA UISU yang mengalami luka berat maupun luka ringan. Namun Bakti memperkirakan, jumlah pelajar yang sudah dibawa ke beberapa RS sebanyak 12 orang siswa.

"5 orang sudah dirawat di RSVI, 5 orang di RSHI dan sebagian lagi di RS Tentara," imbuhnya, serya menambahkan siswa bernamaTaufik, Maulana dan Dwi mengalami luka yang cukup serius. “Para siswa itu menjerit jerit. Pastinya ada yang mengalami patah kaki dan tangan ada. Untuk korban meninggal dunia kita belum tau," kata Bakti.

Salah seorang pelajar yang menjadi korban tabrakan beruntun di Jalan Asahan Km 4,5. (foto: Lazuardy Fahmi).

Di RSVI, tampak beberapa korban kecelakaan  masih ditangani di Ruang ICU. Selain pelajar, diketahui beberapa orang dewasa juga turut mendapat perawatan medis.

Sementara korban Marlina Sihotang seorang ibu rumah tangga (IRT) yang meninggal di RSVI telah dibawa ke rumah duka.

Berikut nama korban kecelakaan yang ditangani di RSVI: Mitro Simon Haloho (19), Dwi Wardiah (12), Eka Wahyuni Ningsih (16) Taufik Hidayat (12) Maulana Safi (14), Siti Nuranjani Sinaga (14), David Hamongan Nababan (13) Nabila
Elfitriana, (14) Fitri Yanti Harahap (34) Charles Bronson Sinambela (36) salah satu supir, Sabila Riski Nabila (12), Nijar Wandira (16), Dewi Maisyara (14) dan Juntri (30).

Berdasarkan data yang diterima dari pihak RSHI, Jalan Medan, diketahui ada 6 korban yakni Romasi Situmorang, Yossy Regina Octavia, Nurazmi, Ayu Widia Astuti, Amelia Putri dan Umairina. 

Supir angkot GMSS Parsaoran Pasaribu yang meninggal di Tempat Kejadian Perkara (TKP) juga dievakuasi ke RSHI. “Saya lihat kondisi abang saya kakinya sudah hancur,” sebut saudara perempuan dari Parsaoran.

Berdasarkan penuturan teman korban, bahwa Parsaoran sebelum meninggal sempat bercerita ingin membeli tanah. “Dia (korban) mau beli tanah, harusnya hari ini diberikan uang muka (DP) sebesar Rp 2 juta,” sebutnya. 

Lanjutnya, jika anak korban sempat memiliki firasat terhadap pria yang akrab dipanggil Pak Artur itu. “Tadi malam anak korban mimpi orang itu pergi ke gereja, hanya bapaknya enggak ikut,” paparnya.

Rencananya korban langsung dibawa ke rumah duka di Rambung Merah Gang Sosial. Direncanakan apabila kondisi jasad semakin parah maka korban kemungkinan, Jumat (3/3/2017) akan dikebumikan.

Sementara 2 korban lagi yakni Sri Rahayu Silalahi (14) warga Tiga Dolok dan Yudha Syahputra (13), warga kompleks Asrama Korem 022/Pantai Timur dirawat di RS Tentara.

Kasat Lantas Polres Simalungun, AKP Sonny menuturkan, pihaknya masih melakukan lidik, sehingga belum bisa menjelaskan kronologis kejadian. Sementara supir truk sudah diamankan untuk dimintai keterangannya, termasuk para saksi.

Penulis: tim. Editor: aan.