Siantar, hetanews.com - Pemko Siantar memastikan tidak adanya izin usaha gelanggang permainan (gelper) jenis Game Zone yang beroperasi di Komplek Siantar Bisnis Center (SBC), Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Siantar Timur.

Meski statusnya illegal, gelper ini tetap beroperasi hingga saat ini. Bahkan pengusaha gelper belakangan diketahui mengatas namakan CV Bintang Jaya diduga dibekingi oknum petinggi di Polres Siantar. Sehingga tergolong nekat membuka usaha yang beraroma judi.

Kepada wartawan, Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu melalui Bidang Perizinan, Mardiana mengatakan, CV tersebut terdaftar bukan sebagai permainan ketangkasan.

"CV Bintang Jaya bukan izin game zone. Tapi usaha kontraktor, leverensir dan dagang umum. Izin Game Zone itu izin PO bukan CV," katanya, Senin (27/2/2017).

Namun, pada kenyataan pengusaha gelper tetap memampangkan CV Bintang Jaya di bagian salah satu dinding rumah toko (ruko) pada lokasi gelper yang berada di belakang Paradep Taxi.

Izin palsu gelper yang dimuat pada bagian dinding ruko. (foto: BT)

Begitu pun Mardiana berujar, pengusaha gelper tersebut pernah mendaftarkan izin usaha yang kerap disapa ‘tembak ikan’. Hanya saja, Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu tak mengeluarkan.

"Ya mereka pernah datang dan mendaftar bulan Maret 2016 atas nama Siantar Game Zone. Dan sampai saat ini tidak terealisasi," tulisnya melalui pesan Whatsapp (WA).

Kondisi ini miris sekaligus bisa menjadi catatan buruk pada awal kepemimpinan Hefriansyah sebagai Wakil Walikota Siantar. Bukan kah seharusnya setiap pengusaha tunduk pada peraturan yang ada?.

Sebelumnya diberitakan, pengusaha gelper menempelkan sejumlah lembar kertas (dimuat bingkai) pada bagian dinding kasir. Lembaran ini diduga izin palsu yang sengaja ditempelkan untuk mengelabui sejumlah pihak.