Siantar, hetanews.com - Seorang siswi kelas X Sekolah Menengah Atas (SMA) Nommensen, Jalan Sangnaualuh, Kelurahan Siopat Suhu, Kecamatan Siantar diketahui sudah 5 hari tidak pulang ke rumahnya. 

Siswi itu bernama Friska Handayani Gultom (15) warga Jalan Rakutta Sembiring, Kelurahan Pondok Sayur, Kecamatan Siantar Martoba. Sebelumnya, Friska mengikuti kegiatan ektrakurikuler Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) di sekolahnya pada Sabtu (18/2/2017).

Selesai mengikuti kegiatan Paskibra tersebut, sekira pukul 18.00 WIB, Friska pun memutuskan untuk pulang menyetop salah satu angkutan kota (angkot) Ria Jaya yang bertuliskan di kaca depannya dengan "Bla Bla Bla". Sejak menaiki angkot itu hingga Jumat (24/2/2017), Friska tidak pernah muncul lagi.

Baca: Usai Latihan Paskibra, Siswi SMA Nommensen 5 Hari 'Menghilang'

Mandor angkot CV Ria Jaya, Jeje Simorangkir mengatakan, pihaknya telah melakukan komunikasi dengan keluarga Friska Handayani Gultom (15). Jeje yang ditemui di Simpang Rami Kecamatan Martoba, Sabtu (25/2) siang, mengutarakan, angkot Ria Jaya berikut sopir dihadirkan guna mencari tahu siapa pria yang membawa gadis tersebut.

Namun sangat disayangkan, pihak keluarga dan saksi yang melihat persitiwa itu sebelumnya, tidak dapat memberitahu secara detail ciri-ciri mobil angkutan Ria Jaya yang bertuliskan ‘Bla bla bla’ pada kaca depan angkot.

Dari data Direksi, angkot Ria Jaya yang bertuliskan ‘Bla bla bla’ tersebut ada terdapat sebanyak delapan unit. Supir, supir pengganti (supir serap dan batangan) serta pemilik kedelapan mobil telah dipanggil guna mencari tau siapa pria yang membawa gadis tersebut.

Friska (baju biru muda) bersama keluarganya. (foto: Res).

Selain itu, kata Jeje, pihaknya menemukan kejanggalan atas informasi yang menyebut, bahwa angkutan Ria Jaya menjemput anggota Paskibra SMA Kampus Nomensen itu dari depan sekolahnya di Jalan Sangnawaluh.

Padalah trayek yang dilalui angkutan Ria Jaya adalah, Simpang Rami, Parluasan dan pusat Kota Jalan Sutomo-Merdeka.

“Kami sudah bantu. Supir, supir batangan dan supir serap dan kedelapan mobil sudah kami hadirkan. Kami tanya satu satu tapi gak ada. Kalau seandainya pihak keluarganya sama saksi yang tahu ciri-ciri mobil itu lebih spesifik, mungkin lebih mudah mencarinya,” ujarnya.

Cerita Jeje, ia pernah menghadirkan beberapa orang supir kepada kedua orang tua Friska. Namun sangat disayangkan, kedua orang tuanya juga tak dapat memastikan siapa orangnya (supir). Hal demikian terjadi akibat, saksi yang melihat langsung kejadian awal tidak dihadirkan saat itu.

“Kami punya data supir dan angkot disini. Masalahnya, kalau angkot itu diserapkan lagi sama supir batangan, itu kan kita tidak tau,” katanya sembari menceritakan saat itu pihaknya menyarankan kepada orang tua Friska agar melaporkan peristiwa tersebut ke pihak yang berwajib.

Sampai saat ini, kedelapan mobil yang bertuliskan ‘Bla bla bla’ tersebut beroperasi seperti sedia kala. Kata Jeje, atas peristiwa hilangnya siswi SMA HKBP Nomensen itu, pihak Kepolisian pun telah melakukan koordinasi dengannya. Oleh karena itu, pihaknya siap untuk menghadirkan supir dan angkot.

“Kami siap hadirkan supir dan angkot yang ada disini. Ini kan juga menyangkut nama baik angkutan Ria Jaya. Kalau memang terbukti kami juga menerapkan disiplin ini. Kami akan pecat,” tegasnya.

Disamping itu, Jeje Simorangkir yang sejak tahun 2003 bergabung di CV Ria Jaya mengatakan, setahun lalu, ia pernah mendapat kabar jika orang tua Friska Handayani Gultom pernah mengadukan hal yang sama kepada CV Ria Jaya atas kehilangan putrinya Friska Handayani Gultom (15).

“Dulu setahun lalu aku dapat kabar, ada supir yang dipanggil bapaknya karena dituduh bawa anaknya,” beber Jeje mengakhiri.