Asahan, hetanews.com - Sekumpul pemuda dan pemudi Komunitas Jumat Berbagi (Kojab), memberi sedekah kepada warga yang dikategorikan tidak mampu termasuk Pengendara Becak Motor (Betor) maupun becak dayung di Masjid Raya Kisaran, Jalan Imam Bonjol, Kota Kisaran, Jumat (24/2/2017) selepas sholat Jum'at.

Ketua Kojab, Dedek mengatakan bahwa tujuan dari program ini yakni sebagai bentuk rasa syukur antar umat manusia khususnya kepada warga yang bisa digolongan tidak mampu. Termasuk para pengendara becak yang ada di Kisaran saat melintas di Jalan Imam Bonjol, tepat nya Kawasan Masjid Raya Kisaran.

"Ini adalah bentuk rasa kepedulian kita terhadap warga kurang mampu. Kita menggalang dana dari donatur. Uang yang terkumpul kita belanjakan nasi kotak. Lalu kita salurkan kepada penarik becak," kata Dedek kepada hetanews disela sela membagikan bingkisan kepada penarik becak.

Dedek menjelaskan bahwa bingkisan diberikan tidak begitu saja. Tetapi, penarik becak diminta menghafalkan ayat Al Quran bagi yang beragama Islam, sebelum diberikan nasi kotak. Pemilihan ayat yang hendak dihafalkan diserahkan kepada penarik becak.

"Menghafalkan surat apa dan ayat berapa, ayat pendek maupun ayat panjang itu terserah dari mereka. Lalu bingkisan kita berikan. Kalau nggak tau, juga tetap kita berikan. Tapi kita sarankan untuk ikut pengajian yang kita selenggarakan disetiap Minggu," paparnya.

Selain menyediakan makan siang bagi sebagian penarik becak yang melintas di kawasan Masjid Raya Kisaran, tujuan aksi sosial itu untuk memupuk rasa persaudaraan antar sesama umat, juga sekaligus sebagai syiar Islam.

"Selain itu, aksi ini juga untuk memudahkan masyarakat yang ingin bersedekah, karena kita berikan langsung kepada yang berhak," ujarnya. 

Jumlah donatur dan jumlah dana yang terkumpul kian hari juga semakin bertamabah sejak didirikan November 2016. Ia menjelaskan juga memberian nasi kotak, mereka juga memberikan bantuan sembako, seperti beras dan gula kepada warga kurang mampu, sesuai dengan kemampuan keuangan dari jumlah uang yang terkumpul.

Salah satu seorang penarik becak motor, Mandra (60) saat ditanya hetanews, menyambut baik dan gembira dengan aksi sosial Kojab itu. Langkah itu menunjukan bahwa masih ada masyarakat yang peduli terhadap kesusahan orang lain, ditengah ekonomi yang serba sulit.

"Sebenarnya saya malu menerimanya. Tetapi terpaksa, karena belum dapat uang dari penumpang," katanya.

Yunus merasa salut dan senang melihat program mereka, meski masih terbilang muda namun sudah memiliki rasa sosial yang tinggi. "Menurut saya, rasa kepedulian mereka patut dicontoh," tandasnya.