Labuhanbatu, hetanews.com - Kematian Saparuddin Nasution alias Unyil (33) warga Desa Sei Kasih, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu diduga tidak wajar, hingga pihak keluarga gelar otopsi, Kamis (23/2/2017).

Hermadani alias Dogol kakak korban saat dimintai keterangan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) mengatakan, otopsi tersebut dilakukan agar apa yang dialami adiknya sesaat sebelum meninggal bisa terungkap. Karena sebelumnya pihak keluarga menaruh curiga atas kematian korban yang mendapati ada luka lebam ditubuh korban kasus narkoba tersebut.

“Kalau dia meninggal dianiaya, kita serahkan ke hukum. Karena kita terima informasi di luar Lembaga Permasyarakatan (Lapas) masalah kematian adik kita ini boleh dikatakan ada kekerasan karena faktor hutang piutang di dalam (Lapas). Tapi kita gak tau hutang apa itu,” kata Dogol.

Warga saat melihat langsung proses otopsi. (foto: BS)

Pihak Forensik Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Sumatera Utara (Poldasu)  Ismurizal, saat dimintai keterangan oleh wartawan mengatakan, sementara ini pihaknya belum menemukan tanda kekerasan atas kematian korban.

“Hasil sementara kita tidak menjumpai adanya tanda-tanda kekerasan. Namun begitupun harus kita lakukan pemeriksaan tambahan, seperti toksikologi dan patalogi anatomi nya,” terang Ismurizal.

Amatan wartawan saat gelar otopsi tersebut hadir Kapolsek Bilah Hilir AKP PS Simbolon, Camat Bilah Hilir Bonaran Tambunan, Kepala Puskesmas Tanjunghaloban  Edison Stephen, Kepala Desa (Kades) Sei Kasih Sugimanto,  Kepala Dusun (Kadus) Sei Kasih Luar Husni Thamrin dan beberapa tokoh masyarakat lainnya

Sebelumnya diberitakan, ayah 8 anak dari hasil perkawinannya dengan 2 orang istri itu, tewas di Lapas Klas IIA Rantauprapat pada September 2016 lalu, tersandung kasus narkoba jenis ganja.