Humbahas, hetanews.com - Hingga saat ini teka-teki siapa pembunuh Aldi Manata Sibarani (10) warga  Desa Aek Lung, Kecamatan Doloksanggul, Kabupaten Humbahas (Humbahas) sepertinya mulai menemui titik terang.

Informasi dihimpun di lapangan, Selasa malam (21/2/2017) jika Polres Humbahas akan menggelar konfrensi pers terkait kematian Aldi Sibarani, Rabu (22/2/2017). Bahkan disebut-sebut akan diumumkan tersangka pelaku pembunuhan yang diduga orang terdekat dengan korban.

Sementara itu diketahui jika ayah korban, Mangasa Sibarani masih diamankan di Polsek Dolok Sanggul dan menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Namun dalam pemeriksaan, Mangatas masih memberikan keterangan yang berbelit-belit.

Ibu korban yang diketahui selama ini tinggal di Medan bersama kedua saudara korban juga telah diamanakan di salah satu tempat yang dirahasiakan. Sedangkan korban selama ini tinggal bersama ayahnya di Desa Aek Lung. Diduga hubungan kedua orang tua korban ada kerenggangan selama 3 tahun terakhir ini.

Data dirangkum, banyak sejumlah kejanggalan pasca menghilangnya siswa kelas 4 Sekolah Dasar (SD) ini sejak Minggu sore (12/2/2017) sekira pukul 17.00 WIB saat disuruh ayahnya membeli rokok Panamas dan mancis ke warung yang berjarak 1,5 km dari rumah korban.

Dalam kasus ini telah banyak diperiksa sejumlah saksi seperti teman-teman sekolah korban, warga dan pemilik warung. Namun semua tidak konkrit dengan keterangan dari terduga.

Terungkap juga jika baju yang dipakai korban berbeda saat jasadnya ditemukan Jumat (17/2/2017) sekira pukul 14.00 WIB. Mayatnya ditemukan di area semak-semak dekat perladangan warga atau 100 meter di belakang Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) setempat.

Informasi lainnya jika korban sebelum dibunuh, telah disekap dan disembunyikan di salah satu rumah. Usai dilakukan otopsi di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Medan, dokter forensik menjelaskan, Aldi telah meninggal dunia pada hari Selasa (14/2/2017) atau 3 hari setelah jasadnya ditemukan.

Dokter  forensik juga menuturkan, kematian Aldi akibat dari pemukulan atau trauma tumpul. Pada kepala bagian belakang Aldi dijumpai resapan darah dan telinga kanan retak, sehingga otak korban keluar dari telinga kanan.

Di bagian dada sebelah kiri tepatnya tulang iga keenam patah, pada pembungkus jantung ada resapan darah yang diduga karena mendapat pukulan keras. Sementara di pergelangan tangan korban pada bagian kiri dan kanan didapati jejak yang melingkar (seperti ikatan atau jeratan).

Terakhir pada bagian dubur korban bisa dimasuki 2  jari. Untuk sementara cairan dari dubur korban telah diambil untuk pemeriksaan sperma.

Korban terakhir kalinya diketahui meminta sepeda pada ibunya. Alasan korban meminta sepeda karena jarak dari rumah ke sekolahnya begitu jauh.