Humbahas, hetanews.com - Pasca kematian bocah siswa Sekolah Dasar (SD), Aldi Manata Sibarani (10), penyidik Sat Reskrim Polres Humbang Hasundutan (Humbahas) terus melakukan penyidikan untuk mengungkap pelaku pembunuhan yang mengenaskan itu.

Selain memeriksa beberapa saksi, petugas juga mengamankan orangtua korban, Magasa Sibarani ke Mapolres Humbahas.

Kapolres Humbahas AKBP Nicolas Ari Lilipaly melalui Kasubbag Humas Iptu Renhard Sianipar kepada wartawan, Senin (20/2/2017) mengatakan, pihaknya masih melakukan penyidikan dan pemeriksaan sejumlah saksi di sekitaran lingkungan keluarga dan tempat tinggal korban. Saat ini, orangtua korban diamankan di Mapolres setempat guna kepentingan pemeriksaan.

“Sejauh ini, penyidik masih memintai keterangan saksi di lingkungan korban. Ini termasuk orang tua korban,” jelasnya.

Ditanya adanya isu keterlibatan orangtua korban atas kematian Aldy Sibarani, Renhard menjawab bahwa penyidikan belum mengarah sampai ke sana.

“Kami tidak menampik adanya isu-isu yang berkembang di tengah-tengah masyarakat. Namun untuk menghindari hal yang tidak diinginkan di masyarakat, sementara kita mengamankan orang tua korban di Mapolres Humbahas sembari memintai keterangan,” jelasnya.

Senada dengan itu, Kasat Reskrim Polres Humbahas AKP Jonser Banjarnahor mengatakan, pihaknya sudah memeriksa sejumlah saksi, namun belum bisa menyimpulkan pelaku pembunuhan bocah malang itu.

“Kami sudah memeriksa dan meminta keterangan 10 orang saksi di lingkungan sekitar korban. Bahkan orang tua korban. Mudah-mudahan dalam waktu dekat pelaku pembunuhan itu segera terungkap,” tukasnya.

Sebelumnya diberitakan, setelah dinyatakan hilang selama 5 hari, Aldi, warga Dusun Lumban Sibarani, Desa Aek Lung, Kecamatan Doloksanggul, Kabupaten Humbahas, ditemukan telah tewas dalam kondisi mengerikan, Jumat (17/2/2017) sekira pukul 13.40 WIB. Mayatnya ditemukan di area semak-semak dekat perladangan warga atau 100 meter di belakang Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) setempat.

Saat ditemukan, posisi kaki bocah kelas 4 SD itu berada di atas dengan kepala menyentuh tanah. Tapi posisi badan semuanya tergantung persis di balik tanggul tanah dengan semak belukar dan tumbuhan pakis.

Sebagian jasad korban sudah membusuk dan mengeluarkan bau tak sedap. Di lokasi ditemukan sepasang sandal yang diduga milik korban dengan posisi terpisah lebih kurang 15 meter dari posisi korban.

Keadaan fisik luarnya, di bagian dada ada lebam-lebam dan sudah mulai keluar belatung dari mata dan mulut korban. Dan berdasarkan keterangan dokter yang memeriksanya, di kepala korban sedikit retak.

Dimana sebelumnya, Minggu (12/2/2017) sekira pukul 17.00 WIB, ayahnya menyuruh korban membeli rokok dan mancis di warung milik warga bermarga Lumbanbatu, yang berjarak sekitar 1 kilometer dari rumah mereka.

Namun hingga lebih 1,5  jam korban tidak kunjung kembali. Saat itu juga orangtuanya bersama beberapa warga sekampung langsung melakukan pencarian.

“Mulai dari Minggu malam, warga bersama polisi melakukan pencarian di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP), dari rumah orang tuanya sampai ke tempatnya membeli rokok. Hingga, Jumat (17/2/2017) sekira pukul 14.00 WIB, mayat korban ditemukan seorang warga bernama Jhonson Sibarani yang sedang menembak atau berburu burung di kebun kopi, sekitar 200 meter dari warung tempat korban disuruh membeli rokok,” ujar Kapolres saat ditanyai sejumlah wartawan di TKP pada Jumat kemarin.