Siantar, hetanews.com - Petugas Polres Siantar mengamankan 1 unit angkutan kota (angkot) Koperasi Beringin (KPB) dengan nomor polisi (nopol) BK 1322 TS dan nomor pintu 624, Senin (20/2/2017) sekira pukul 13.00 WIB.

Angkot itu diamankan karena digunakan para pelaku pencurian saat beraksi di rumah mantan perwira Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL), Kolonel (Purn) Petrus Hutapea warga Jalan Sudirman, Kelurahan Teladan, Kecamatan Siantar Barat, Sabtu (18/2/2017) sekira pukul 09.00 WIB.

Baca: (Rumah Pensiunan Perwira Angkatan Laut Dibobol 4 OTK)

Supir angkot, bermarga Siahaan (36) mengatakan, kalau dirinya tidak mengetahui kalau angkot yang sering dibawanya untuk mencari makan malah dipakai untuk mencuri.

"Saya tidak tau kalau mopen (angkot) ini digunakan untuk mencuri. Lagi pula dia (salah satu pelaku) juga kan seorang supir angkot dan sering membawanya. Lagi pula saya tidak narik (membawa angkot) sudah 2 hari ini," ujar Siahaan saat berada di depan Ruangan Kaurbin Ops.

Salah seorang teman Siahaan juga mengatakan, angkot dipinjam pada Sabtu (18/2/2017) sekira pukul 09.00 WIB. "Angkot ini dipinjamnya pagi, pasti itu kan sudah direncanakan pencurian itu," ujarnya.

Saat dilakukan penangkapan terhadap angkot itu, Siahaan sempat terkejut, karena petugas kepolisian langsung menghampirinya saat menurunkan penumpang di daerah Simpang Dua.

Petugas lalu membawa angkot beserta Siahaan ke Polres Siantar, guna dimintai keterangannya. Karena tidak merasa bersalah, Siahaan pun mengikuti permintaan petugas.

"Saya kan gak merasa bersalah jadi ya ikut sajalah mau polisi. Memang saya mendengar juga kalau angkot ini digunakan untuk mencuri. Tapi ya karena saya tidak tau menahu hal itu," ujar Siahaan.

Tidak beberapa lama setelah Siahaan diperiksa, akhirnya keluar dan langsung membawa angkot KPB tersebut keluar dari Mapolres Siantar, Jalan Sudirman, Kecamatan Siantar BaratKanit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Sat Reskrim, Iptu Yuken Saragih membenarkan mengamankan angkot yang digunakan dalam pencurian di rumah TNI milik Petrus Hutapea.

"Tapi saat diperksa bukan dia (Siahaan) yang melakukan itu, makanya kita lepaskan," sebut Yuken.