Humbahas, hetanews.com - Aldi Manatap Sibarani (10) yang hilang sejak Minggu sore (12/2/2017) akhirnya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di semak-semak dekat perladamgan kopi warga Desa Aeklung, Kecamatan Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Jumat (17/2/2017). 

Baca: (5 Hari ‘Menghilang’ Aldi Sibarani Ditemukan Tewas di Semak-Semak).

Jasad korban lalu dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara, Medan untuk keperluan otopsi. Usai diotopsi, jasad siswa kelas 4 Sekolah Dasar (SD) itu tiba di rumah duka do Desa Aeklung, Sabtu malam (18/2/2017). Malam itu juga korban langsung dikebumikan.

Data dihimpun, Minggu (19/2/2017), usai dilakukan otopsi di RS Bhayangkara Medan, dokter forensik menjelaskan, Aldi telah meninggal dunia pada hari Selasa (14/2/2017) atau 3 hari setelah jasadnya ditemukan.

Dokter  forensik juga menuturkan, kematian Aldi akibat dari pemukulan atau trauma tumpul. Pada kepala bagian belakang Aldi dijumpai resapan darah dan telinga kanan retak, sehingga otak korban keluar dari telinga kanan.

Di bagian dada sebelah kiri tepatnya tulang iga keenam patah, pada pembungkus jantung ada resapan darah yang diduga karena mendapat pukulan keras.

Sementara di pergelangan tangan korban pada bagian kiri dan kanan didapati jejak yang melingkar (seperti ikatan atau jeratan).

Terakhir pada bagian dubur korban bisa dimasuki 2  jari. Untuk sementara cairan dari dubur korban telah diambil untuk pemeriksaan sperma.

Kapolres Humbahas, AKBP Nicolas Sry lilipaly telah menetapkan kasus Aldi tersebut sebagai kasus penganiayaan. Saat ini Satuan Reskrim Polres Humbahas sedang melakukan penyidikan terhadap kasus tersebut.