Sat 23 Mar 2019
Menyambut HUT Hetanews.com ke 5, kami membuka peluang terhadap jurnalis-jurnalis muda (usia 21-31) untuk bergabung dengan kami di seluruh wilayah Sumatra Utara (Sumut).
Kirim lamaran dan CV ke alamat Redaksi di Jalan Narumonda Atas No 47, Pematangsiantar-21124, Tel (0622-5893825) HP: 082167489093 (Reni)/ 082274362246 (Tommy Simanjuntak) atau Email: redaksihetanews@gmail.com. Pengumuman ini berlaku dari 7 Maret sampai 7 April 2019. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Wanita Ini Mengaku Dilecehkan di Ramayana Siantar

Isi postingan Syasya Harahap di Facebook. (foto : Facebook)

Siantar, hetanews.com - Tepat jelang di Hari Kasih Sayang (Valentine Day), salah seorang wanita menuliskan curhatan hati (curhat) di media sosial facebook (fb). Ia menuliskan curhatannya pada 14 Februari 2017 pukul 11.26 WIB.

Melalui akun Fb Syasya Harahap, wanita yang mencantumkan kelahirannya tahun 1993, wanita ini mencurahkan kesalnya atas kejadian yang menimpanya di sebuah stand Rumah Hantu di pusat perbelanjaan Ramayana Siantar.

"Mau cerita sedikit. Jadi semalam saya dan teman-teman pergi ke Ramayana Pematangsiantaruntuk ngeliat (yang katanya) rumah hantu. Dan saya sangat sangat menyesal. Saya sebenarnya malu harus cerita di sosial media seperti ini karna ini pelecehan. Tapi saya harus. Agar tidak ada korban lain khususnya perempuan," tulisnya dalam akun facebooknya.

Dilanjutkannya, bahwa ia saat itu bersama lima temannya yang keseluruhan perempuan. Ia mengaku telah dilecehkan oleh panitia laki-laki stand Rumah Hantu tersebut

"Saya ber-6 dengan teman perempuan saya. waktu mau masuk, kami ditemani dua orang cowo yang merupakan panitia. Satu jalan di depan, dan satu tepat dibelakang saya. Saya ditengah, teman2 saya ada di kanan kiri dan di depan saya. Di dalam itu seperti lorong2 gelap gitu. Sepanjang lorong tidak ada apa2. Hanya di tiap tikungan ada room yg berisi hantu. Bisa dihitung berapa hantunya (tidak banyak). Pas setengah jalan, saya sempat merasa pinggang saya dipegang," akunya.

"Saya mengelak karna saya tau itu bukan teman saya. Teman saya dikanan dan kiri megangin tangan saya terus dan lainnya di depan saya. Saya merasa yang megang adalah panitia yg tepat dibelakang saya. Lalu pas saya kaget dengar suara horor, dia pegang2 lagi badan saya. Seperti meraba2 dari belakang. Saya gabisa melawan tangannya karna kedua tangan saya dipegang kuat oleh teman saya. Sampai akhirnya saya merasa (maaf) kemaluan saya dipegang dari belakang. Saya nangis sejadi-jadinya," lanjutnya.

Isi dari postingan Syasya Harahap di Facebook.  (foto: Facebook)

Ia kemudian berusaha keluar dari stand itu. Tetapi tidak bisa. Bahkan ia mengalami kejadian pelecehan berat. "Saya teriak2 saya minta keluar. Saya coba lari mau keluar tapi ditahan dipegangin terus. Saya bukan lagi takut liat hantu2an karna mmg saya tidak melihat banyak hantu. Hanya ada beberapa dan suara2 seram. Saya takut sama orang yang tepat dibelakang saya. Saya nangis kenceng. Dan ga sampai disitu, saya merasa dia merapatkan tubuhnya ke tubuh saya.

Disitu saya teriak2, "INI SIAPA YANG DEKAT2! TOLONG SAYA MAU KELUAR JANGAN LENGKET2!!" Lutut saya kaya lemas, saya lari gabisa lagi sampe akhirnya saya jatuh dan tersungkur didalam. (Sampai skrg Lutut dan perut saya masih terasa sakit karna jatoh.) Teman2 saya sudah lari duluan, saya coba tarik salah satu baju mereka tapi saya gakuat. Sendal saya lepas. Saya merangkak keluar. Lutut saya sampe memar. Saya keluar dalam posisi terduduk dan sendal saya dicampakkan dari dalam. Saya nangis sejadi-jadinya.Semua yg diluar pada ngeliatin ketawa. Saya ga bisa ngmg lagi. Nafas belum teratur," tulisnya.

Ia tidak bisa berbuat apa-apa. Malah orang lain mengira ia menangis akibat ketakutan atas "hantu" yang ada di stand itu. 

"Semua yang diluar mungkin mikir saya takut sama hantu2an. Padahal karna saya takut sama org yg megang2 dan melecehkan saya. Saya tau yang megang saya bukan hantunya karna sepanjang jalan saya buka mata dan hantunya hanya diam ditempat. Bodohnya setelah keluar, saya cuma bisa nangis. Padahal saya pengen teriak ngasih tau ke org2 kalo saya dipegang2. Tapi saya gabisa ngmg. Dan semua panitia cowo semua. Kalopun saya ngmg mgkn mereka gabakal percaya dan peduli," tulisnya.

"Sampe pas agak tenang, saya cerita ke teman saya dan ternyata salah satu teman saya merasa (maaf) kemaluannya dipegang juga. Tapi karna kita cewe semua. Ga tau harus ngmg kesiapa. Sampai kapan pun saya tidak ikhlas dan maafkan org tersebut. Org yg seharusnya dipercaya malah justru melecehkan.

Isi dari postingan Syasya Harahap.  (foto: Facebook)

Jadi saya sarankan kalian TIDAK PERLU pergi kesana. Apalagi jika tidak ditemani saudara laki2 sendiri. Tolong sebarkan. Jangan sampai ada korban lainnya. Dan jika kalian, panitia, membaca ini. Sebaiknya acara yang tidak bermoral seperti ini ditutup saja. Mungkin tidak semua panitia kalian seperti itu. Tapi untuk yang sudah megang2 saya tadi. Sumpah demi apapun saya tidak ikhlas.
Dan kalau panitia merasa saya berbohong dan mencemarkan nama baik, coba anda fikir. Siapa yang mau mempermalukan dirinya sendiri? Sumpah saya sangat malu mengatakan ini," tutur wanita ini.

Di akhir, ia sengaja menulis kesalnya tersebut agar kedepannya tidak ada terulang lagi kejadian seperti yang menimpa dirinya.

"Saya cerita seperti ini AGAR tidak ada lagi yang jadi korban. Sumpah saya menyesal masuk kesitu. Kalau bisa saya minta, saya cuma akan minta satu. Tolong kembalikan waktu 3 menit dalam hidup saya," tutup akun Syasya Harahap ini.

Penulis: ndo. Editor: aan.