Humbahas, hetanews.com - Aldi Sibarani bocah 10 tahun yang hilang semenjak Minggu sore (13/2/2017) akhirnya ditemukan Jumat (17/2/2017) sekira pukul 13.00 WIB.

Namun warga Desa Aeklung, Kecamatan Doloksanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) ini ditemukan dalam kondisi tak bernyawa dengan wajah penuh luka lebam. Jasad siswa kelas 4 Sekolah Dasar (SD) itu ditemukan di semak-semak atau sekitar kurang lebih 200 meter dari warung yang disinggahinya saat membeli rokok dan mancis.

Jasad korban saat dimasukkan ke kantong jenazah. (foto: Akim)

Korban awalnya ditemukan seorang remaja Jonson Sibarani (19) yang saat itu hendak ingin memburu burung dengan menggunakan senapang angin bersama teman-temannya.

“Saya melihat burung di sebelah sana (sambil menunjuk lokasi penemuan mayat). Lalu saya tembak, ternyata tidak kena dan burungnya terbang menuju pohon silom,” sebut siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Trisula ini.

Kapolres AKBP Nicolas Ary Lilipaly bersama sejumlah personil berada di lokasi penemuan mayat. (foto: Akim)

Jonson lalu mendekati burung itu karena kejauhan untuk ditembak. Ketika ditembak ternyata kena dan burung itu terjatuh di semak-semak. “Saya pun berusaha mencari burung itu di semak-semak. Tiba- tiba saya dikejutkan dengan sosok mayat dengan kaki di atas,” terang siswa kelas 3 ini.

Dirinya pun langsung memanggil ketiga temannya berburu yang jaraknya tidak jauh dan memberitahukan penemuan mayat itu. Namun teman-temannya tidak percaya.

“Lalu saya menarik mereka untuk melihat mayat tersebut. Saya langsung memberitahukan kepada pemilik bengkel dan mereka langsung menelepon orang tua korban,” tandas Jonson.

Kapolres Humbahas AKBP Nicolas Ary Lilipaly saat memberikan keterangan pers. (foto: Akim)

Lebih lanjut Jonson menuturkan, jasad Aldi ditemukan di ladang kopi yang dikelilingi rumput lebat dan tidak jauh jaraknya dari rumah warga.

Sontak lokasi penemuan jasad korban dikerumuni warga yang saat juga sedang melakukan pencarian.

Sementara itu, Kapolres Humbahas, AKBP Nicolas Ary Lilipaly didampingi Kapolsek Dolok Sanggul AKP Bazoka dalam konfrensi persnya menerangkan, korban ditemukan dengan kondisi wajah dan leher lebam-lebam.

“Sesuai dengan keterangan yang kita dapat, korban masih sempat disuruh ayahnya Mangasa Sibarani untuk membeli rokok dan mancis pada Minggu (13/2/2017) sekira pukul 17.00 WIB dengan membawa uang Rp15.000 dengan harga rokok Rp 12.000, mancis Rp 2000 dan sisa Rp 1.000. Korban pun menghabiskan sisanya membelikan kerupuk,” sebut Nicolas.

Kapolres Humbahas AKBP Nicolas Ary Lilipaly saat menanyai Jonson Sibarani yang pertama menemukan jasad korban.(foto: Akim) 

Lanjutnya, selama 5 hari menghilang, orang tua korban beserta pihak Kepolisian dan masyarakat Aeklung bekerja keras untuk mencari, namun tidak ditemukan. Akhirnya jasad korban ditemukan Jonson Sibarani yang sedang berburu burung di lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Usai kita melakukan olah TKP, kondisi korban di bagian wajahnya terlihat lebam-lebam begitu juga lehernya dan bagian badan lainnya belum menghitam,” papar Kapolres.

Ratusan warga berkerumun di lokasi penemuan mayat korban. (foto: Akim)

Nicolas menuturkan, pihaknya akan melakukan penyelidikan, termasuk menunggu hasil otopsi, karena jasad korban akan bawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara, Medan.

Ditanya barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian, Kapolres mengaku belum menemukan apa pun. “ Tak ada ditemukan barang bukti di TKP, termasuk rokok dan mancis yang dibeli korban,” ucap Nicolas.