HETANEWS

Kini Siswa Berprestasi Itu Makan Gunakan Selang

Jul Abdi Akbar, korban penganiayaan didampingi Khairun ayahnya di RS Elpi Aziz Rantauprapat. (foto : BT)

Labuhanbatu, hetanews.com - Kondisi Jul Abdi Akbar Nasution (13) biasa dipanggil Akbar, siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Bilah Hilih Labuhanbatu, korban penganiayaan teman sekolahnya tersebut kini dirawat di Rumah Sakit (RS) Elpi Azis Rantauprapat.

Baca: (Siswa SMPN 1 Bilah Hilir Lumpuh Diduga Akibat Kepalanya Dipukuli Temannya).

Menurut keterangan Khairun orangtua korban, anaknya sudah 4 hari dirawat di rumah sakit tersebut dan rencananya akan dibawa kembali ke Medan.

Dari amatan wartawan yang berkunjung ke RS Elpi Azis, Selasa (14/2/2017) siswa berprestasi itu masih terbaring lemas, tidak bisa bicara, makan pun harus menggukanan selang.

“Makan harus pakai selang, ngomong gak bisa, jadi kalau minta sesuatu dia menggunakan kode layaknya orang bisu,” terang Khairun. “Jangankan untuk berjalan, duduk saja dia tidak bisa,” timpal istri Khairun.

Kepada wartawan Khairun mengatakan, pihak sekolah sudah 2 kali mendatanginya meminta untuk membuat surat pernyataan dan menandatanganinya dengan dalih untuk mendapatkan bantuan, namun dirinya menolak. Karena ia sendiri tidak mengerti apa maksud surat pernyataan tersebut.

“Saya tidak butuh surat pernyataan. saya hanya butuh ketegasan sekolah DAN Dinas Pendidikan (Disdik) Labuhanbatu,” katanya.

Sebelumnya disebut-sebut, orangtua pelaku penganiaya Akbar merupakan seorang oknum polisi dan guru. Selama 6 bulan kondisinya seperti itu pihak keluarga pelaku belum pernah datang untuk mengunjungi Akbar.

Baca: (Santer Disebut, Orang Tua Penganiaya Siswa SMPN 1 Bilah Hilir Oknum Polisi dan Guru).

Penulis: bs. Editor: aan.