HETANEWS.COM

Mau di PAW, Boy Paradi: Itu Salah Alamat

Boy Paradi Purba. (foto : Ndo)

Siantar, hetanews.com - Anggota DPRD Kota Siantar, Boy Paradi Purba dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menilai bahwa proses yang ingin menghentikan dirinya sebagai anggota dewan melalui Pergantian Antar Waktu (PAW) adalah sebuah proses salah alamat.

Dikatakan Ketua Badan Kehormatan Dewan (BKD) DPRD Siantar itu, bahwa yang bisa memecat dia dari PPP adalah ketua umumnya sendiri yakni dari kubu Djan Faridz.

"Itu salah alamat. Kan gini, kalau masalah PPP, jangankan dia mau PAW, dana Kesbang saja belum bisa kita gunakan. Artinya, stanvas sekarang PPP itu. Belum ada yang sah, kok dia malah bicara PAW pula," heran Boy ketika ditanyai hetanews di Gedung DPRD Siantar, Selasa (14/2/2017).

Lanjutnya, bahwa ia saat ini merupakan kader PPP dari kubu Djan Faridz dan tidak bisa dipecat dari partai yang bukan kubu Djan Faridz. Terlebih, saat ini PPP masih dalam perseteruan. Dan, Sekretaris PPP versi Djan Faridz, Dimyati Natakusumah juga tidak ada diketahuinya mau diproses PAW sebagai anggota DPR RI.

"Hari ini kan saya berada di kubu Djan Faridz, jadi ia memiliki Sekretaris Dimyati Natakusumah yang merupakan anggota DPR RI. Nah sampai sekarang ini, ia tidak ada di PAW dan melakukan PAW kepada orang lain. Bicara PAW, bicara legal standing dan kita tetap berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA) dimana isinya dalam Undang-Undang (UU). Dalam masa konflik partai, maka putusan MA itu adalah putusan paling terakhir dan inkrah. Dan di putusan MA itu. kita yang menang," tuturnya.

"Nah persoalan hari ini, mereka tidak tau berdasarkan apa, itu tidak gawean saya. Yasonna Laoly (Menkumham) meng SK kan mereka. Mereka tetap berdasarkan Menkumham, berdasarkan kekuasaan. Kita tetap berdasarkan MA, makanya kita kemarin sekitar bulan Oktober kita menang Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Isinya, meminta Menkumham, Yasonna Laoly supaya mencabut SK Romahurmuziy dan menerbitkan SK nya Djan Faridz. Makanya saya terkejut kenapa saya hari ini mau di PAW. Kan aneh," sambung Boy Paradi.

Pun begitu, ia tetap menilai, proses yang ingin mem PAW dirinya adalah hak orang tersebut. Ia meminta, agar semua pihak menghargai saja proses peradilan saat ini yang mana Yasonna Laoly melakukan banding atas putusan PTUN. Yang mana, PPP saat ini masih dalam konflik (dualisme). Ia merasa heran karena yang ingin mem PAW dirinya adalah pihak yang dinilainya dari partai lain. Bukan dari PPP yang saat ini dipimpinnya di Kota Siantar.

"Namun, begitupun, itu hak dia. Karena dia bilang berdasarkan Menkumham dan saya memiliki hak. Artinya kita tunggu saja lah dulu putusan peradilan. Karena hari ini. peradilan terakhir Menkumham naik banding atas putusan PTUN. Itulah sekarang posisi PPP hari ini. Kalau persoalan di mem PAW, terserah dia. Hanya artinya hari ini ya kenapa harus saya yang di PAW nya. PAW aja partai lain. Saya kan sekarang beda partai sama dia. Gak tau saya PPP mana dia. Yang penting, hari ini orang tau, ketua umum saya, Djan Fariz dan ketua wilayah Aswan Jaya bersama Parulian Siregar," katanya.

Ia kembali menyatakan, yang berhak memecat ia adalah pimpinannya yakni Djan Faridz. Bukan orang lain dari kubu yang lain. Karena, tidak mungkin ia dipecat oleh organisasi atau pun partai yang bukan dipimpin oleh pimpinan yang menurutnya sah.

"Hari ini, ayahanda Djan Fariz masih eksis kok, masih menyatakan mereka PPP kok. Jadi yang bisa mecat saya ya Djan Faridz dong. Yang bisa mecat saya, Aswan Jaya. Istilah, kan gak mungkin aku di pecat partai lain. Kan aneh. Artinya ya salah alamat. Kita tetap berpedoman dengan legal standing kita yaitu putusan MA yang mana menurut aku itu dizolimi Menkumham," tutup Boy Paradi.

Penulis: ndo. Editor: aan.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!